Penajam Paser Utara (ANTARA) - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menguatkan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan IKN di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur dengan Satuan Reaksi Cepat Multi Pihak.
"Pengendalian karhutla merupakan kerja bersama yang menuntut kesiapsiagaan seluruh pihak," ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Sabtu, ketika ditanya kesigapan penanganan karhutla di Sepaku, Penajam Paser Utara.
Pengendalian karhutla bukan pekerjaan satu lembaga, tetapi dilakukan bersama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menjaga IKN sebagai kota hutan yang aman dan berkelanjutan.
Otorita IKN juga memperhatikan kondisi petugas di garis depan memadamkan api sebagai bagian penting dari keberhasilan pengendalian karhutla, salah satunya dengan memberikan multivitamin kepada petugas tersebut.
Sejumlah upaya penanggulangan karhutla dilakukan Satuan Reaksi Cepat Multi Pihak meliputi pemadaman, penyekatan untuk mencegah meluasnya api, serta pembasahan dan pendinginan pada area yang telah padam agar api tidak kembali menyala.
"Setelah pemadaman, area tetap dipantau untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api," jelasnya.
"Aparatur sipil negara (ASN) Otorita IKN menjalankan piket bergantian di berbagai posko untuk patroli dan pemantauan," tambahnya.
Anggota Satuan Reaksi Cepat Multi Pihak, dari unsur Otorita IKN, Kementerian Kehutanan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, serta pemerintahan desa dan kelurahan.
Kemudian dari perusahaan, organisasi lingkungan hidup, serta relawan yang terdiri atas Masyarakat Peduli Api, Mitra Polisi Hutan (Polhut), dan relawan pemadam kebakaran.
Pemadaman karhutla juga didukung kolaborasi Otorita IKN, pos pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Unit Pelaksana Tugas (UPT) Dinas Kehutanan, UPT Kementerian Kehutanan, perusahaan, relawan.
Upaya mempercepat respon di lapangan, kata dia, wilayah pengendalian karhutla IKN dibagi tujuh klaster atau kelompok yang dilakukan secara partisipatif oleh anggota Satuan Reaksi Cepat Muti Pihak dengan mempertimbangkan sebaran posko, ketersediaan peralatan, sumber daya manusia, dan aksesibilitas.
Setiap kelompok dipimpin seorang koordinator yang berasal dari unsur Otorita IKN, pemerintah kecamatan, maupun perusahaan, disesuaikan karakteristik para pihak di masing-masing klaster.
Di setiap kelompok dilengkapi informasi harian mengenai perkembangan titik panas serta data lokasi sumber air, untuk mendukung kesiapsiagaan dan memudahkan pelaksanaan pemadaman dengan koordinasi tingkat tapak yang dilakukan bersama seluruh anggota klaster, demikian Basuki Hadimuljono
Pewarta: Nyaman Bagus PurwaniawanEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.