Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah pusat membangun dua Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, untuk mengangkat taraf ekonomi masyarakat di kawasan pesisir kabupaten setempat.

"Pembangunan kampung nelayan atau kawasan terpadu merupakan langkah untuk menyejahterakan nelayan dari hulu hingga hilir," ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Trasodiharto ketika ditanya menyangkut Program Kampung Nelayan Merah Putih di Penajam, Selasa. 

Fasilitas fisik yang dibangun secara menyeluruh meliputi Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pabrik es, ruang pendingin, hingga stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan. Kampung nelayan atau kawasan terpadu tersebut menjadi ekosistem pusat pertemuan ekonomi yang menghidupkan transaksi langsung antara nelayan, pembudidaya, hingga pihak distributor.

"Dana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ditanggung pemerintah pusat, pemerintah kabupaten hanya menyiapkan lahan sebagai lokasi pembangunan kampung nelayan itu," kata Andi Trasodiharto.

Pemerintah pusat telah menerbitkan surat penunjukan penyedia pekerjaan untuk pembangunan dua Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut.

Pemerintah kabupaten telah menerima surat penunjukan pembangunan kampung nelayan di Kelurahan Nenang dan Tanjung Tengah, kata Kepala Badan Keuangan dan Aset Darah (BKAD) Kabupaten Penajam Paser Utara Muhajir, dengan anggaran lebih kurang Rp14 miliar, yang terbagi Rp6 miliar dan Rp8 miliar.

Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki potensi perikanan tangkap cukup besar yang dinilai mampu menunjang kebutuhan ikan, bukan saja untuk masyarakat kabupaten setempat, tetapi juga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Tercatat produksi ikan tangkapan nelayan pada 2025 mencapai 6.672 ton atau mengalami peningkatan 66 ton dibanding hasil ikan tangkap pada 2024 hanya 6.606 ton, dan ditargetkan produksi ikan tangkapan nelayan pada 2026 mencapai 6.740 ton.



Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026