Pontianak (ANTARA) - Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) kembali menangani satu individu Orangutan jantan dewasa di perkebunan warga, dalam kondisi lemas akibat asap.
"Orangutan tersebut ditemukan di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Minggu kemarin. Setelah menerima informasi dari masyarakat mengenai keberadaan Orangutan di sekitar perkebunan, kami langsung melakukan pengecekan ke lapangan dan menemukan orangutan tersebut dalam kondisi lemas," kata Staf SKW I Ketapang BKSDA Kalimantan Barat Sarbandi, di Ketapang, Senin.
Orangutan yang diberi nama Sampurna itu diduga mengalami gangguan pernapasan akibat terpapar asap pekat karhutla yang menyelimuti habitatnya selama beberapa hari.
"Sampurna pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 06.00 WIB dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri di sekitar perkebunan sawit milik masyarakat," katanya.
Sementara itu, Dokter hewan YIARI Komara menjelaskan paparan asap karhutla dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan satwa liar, terutama pada sistem pernapasan.
"Asap karhutla mengandung berbagai partikel dan zat yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu fungsi paru-paru," ujar Komara.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BKSDA Kalbar : Orangutan jantan ditemukan lemas akibat asap karhutla
Pewarta: Rendra OxtoraEditor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.