Kehadiran BKO harus menjadi penguat, bukan beban. Utamakan keselamatan dalam setiap langkah
Balikpapan (ANTARA) - Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) mengerahkan 260 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah provinsi itu.
Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Kaltim Kombes Pol Dedi Suryadi di Balikpapan, Rabu, mengatakan pengerahan personel dalam rangka Operasi Aman Nusa II ini menyasar Polres Kutai Barat, Polres Kutai Kartanegara, Polres Kutai Timur, Polres Berau, dan Polres Paser.
"Kehadiran BKO harus menjadi penguat, bukan beban. Utamakan keselamatan dalam setiap langkah," kata Dedi Suryadi saat memberikan arahan kepada personel di Balikpapan.
Dedi mengingatkan penanggulangan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, namun juga aspek kesehatan hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
"Jadikan setiap langkah pengabdian sebagai ladang ibadah," ujarnya
Dukungan personel ini dikerahkan untuk mempercepat respons terhadap titik-titik kebakaran. Tambahan kekuatan ini, lanjutnya, diharapkan dapat mengoptimalkan patroli, pemadaman, sekaligus langkah pencegahan di lapangan.
Lima polres yang menerima bantuan tersebut merupakan wilayah yang mencatat peningkatan laporan karhutla dalam dua pekan terakhir.
Polres Kutai Barat dan Berau mencatat belasan titik panas (hotspot) yang telah menjadi kebakaran lahan. Sementara Kutai Timur dan Paser tengah menangani kebakaran berulang di area perkebunan dan semak belukar.
Di sisi lain Kutai Kartanegara menghadapi karhutla yang tersebar di beberapa kecamatan sehingga membutuhkan penanganan simultan.
Keterbatasan jumlah personel di daerah, yang juga harus membagi tugas dengan penanganan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), menjadi alasan utama pengiriman BKO ini.
Selain itu, kata dia, geografis wilayah yang luas mengharuskan personel melakukan patroli jarak jauh untuk menjangkau lokasi kebakaran.
Polda Kaltim berharap kehadiran personel tambahan ini dapat menekan risiko meluasnya karhutla, khususnya di wilayah dengan potensi kebakaran berulang.
Dalam penugasan tersebut seluruh personel ditekankan untuk menjaga disiplin, integritas, serta koordinasi ketat sesuai prosedur dengan unsur terkait di daerah.
Pewarta: Arumanto/Novi AbdiEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.