Kubar, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna mencegah dan mempercepat penanganan kebakaran hutan maupun lahan (karhutla) agar tidak membakar ke lokasi yang lebih luas.
Kolaborasi tersebut seperti antara perangkat daerah satu dengan lainnya, dengan Kepolisian Resor (Polres) Kubar, Komando Distrik Militer (Kodim) 0912/Kubar, perusahaan baik tambang maupun perkebunan, hingga dengan elemen masyarakat peduli api.
"Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini berjibaku dan bekerja sama secara solid dalam melakukan pemadaman karhutla. Sedangkan ke depan, mitigasi harus makin diperkuat dengan pelibatan semua unsur," ujar Bupati Kubar Frederick Edwin di Sendawar, Kubar, Minggu.
Selama Agustus ini petugas gabungan di Kubar telah puluhan kali memadamkan karhutla, sehingga hal ini mendapat apresiasi darinya, karena telah berusaha agar kebakaran tersebut tidak meluas.
Ia kembali menegaskan bahwa penanganan karhutla bukan menjadi tanggung jawab satu pihak saja. Namun seluruh elemen memiliki tanggung jawab bersama untuk mencegah, menangani, dan memadamkan kebakaran tersebut.
Kondisi karhutla yang makin meluas seiring musim kemarau yang lebih kering ketimbang kemarau sebelumnya, membutuhkan kerja sama yang cepat dan konkret. Untuk itu, koordinasi tidak boleh berhenti pada pembahasan, tetapi harus ditindaklanjuti dengan langkah nyata di lapangan.
Sehari sebelumnya, Sabtu, saat memimpin Koordinasi dan Kolaborasi Pentahelix Tanggap Bencana Karhutla di Sendawar, ia minta dinas terkait melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mengaktifkan patroli, menetapkan langkah dan status kedaruratan sesuai kondisi di lapangan.
Sementara itu, TNI dan Polri diharapkan menyiapkan personel siaga untuk mendukung aksi cepat pemadaman di lapangan sekaligus melakukan penegakan hukum jika diketahui ada yang melakukan pembakaran.
"Masyarakat peduli api juga harus menjadi ujung tombak dalam melakukan deteksi dini titik api di masing-masing kampung. Sedangkan dunia usaha harus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar wilayah operasional," ujar bupati.
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.