Berau, Kaltim (ANTARA) - Program Cetak Sawah Rakyat yang diluncurkan Kementerian Pertanian (Kementan) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), yang dilakukan pada Desember 2025, kini mulai membuahkan hasil menggembirakan dengan produksi gabah antara 4-5 ton per hektare.
"Pada 2025 Kabupaten Berau memperoleh alokasi 425 hektare dari program pencetakan sawah yang tersebar di sejumlah kampung, di antaranya seluas 209 hektare di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar," ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau Lita Handini di Berau, Minggu.
Dari 209 hektare di Buyung-Buyung tersebut lanjutnya, sekitar 50 hektare telah berhasil menjadi sawah, ditanami, bahkan telah dilakukan panen perdana pada Kamis (30/7), dengan panen simbolis dilakukan di lahan seluas 5 hektare.
Panen secara simbolik tersebut mengundang berbagai pihak terkait mulai perwakilan dari Kementan hingga perwakilan kelompok tani, tujuannya antara lain sebagai informasi bahwa program tersebut berhasil, kemudian untuk memberikan motivasi bagi kelompok lain bahwa program ini memang nyata, ujar Lita.
"Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi kelompok tani di kampung lain untuk segera mengoptimalkan lahan mereka agar dalam waktu dekat dilakukan penanaman hingga kemudian panen," katanya.
Ia mengaku bahwa hasil panen sekitar 5 ton gabah kering giling di musim tanam pertama tersebut memang belum maksimal. Itu terjadi karena lahan masih dalam tahap adaptasi.
"Namun kami optimis produktivitas akan meningkat pada musim tanam berikutnya seiring adanya optimalisasi penanganan hingga pendampingan. Pencetakan sawah ini tentu dapat menambah luas baku sawah dan mendukung target swasembada pangan baik bagi Berau maupun untuk nasional," ujar Lita.
Sementara itu, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementan M Amin saat mengikuti panen perdana di Kampung Buyung-Buyung tersebut mengatakan, keberhasilan panen tersebut membuktikan bahwa program Cetak Sawah Rakyat berjalan sesuai harapan dalam mendukung swasembada pangan nasional.
"Kami bersyukur lahan cetak sawah tahun 2025 sudah diolah, ditanam, bahkan sebagian sudah panen. Ini bukti bahwa program pemerintah melalui Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian, dan melibatkan langsung kelompok tani, berjalan dengan baik," kata Amin.
Ia juga mengatakan, Kabupaten Berau merupakan salah satu daerah dengan pelaksanaan cetak sawah terbaik di Kalimantan Timur, sehingga apresiasi tinggi diberikan atas gerak cepat oleh bupati, wakil bupati, sekda, hingga perangkat terkait atas gerak cepat yang ditunjukkan.
"Meski produktivitas dari lahan yang baru pertama kali ditanam antara 4–5 ton per hektare, kami optimis hasil panen ke depan akan terus meningkat seiring dilakukan pendampingan budidaya hingga penguatan sarana pertanian," kata Amin.
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.