Pembangunan kawasan terpadu ini merupakan langkah untuk menyejahterakan puluhan ribu nelayan kita dari hulu hingga hilir
Samarinda (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur menggarap sarana perikanan terintegrasi melalui program Kampung Nelayan Merah Putih untuk mengangkat taraf ekonomi masyarakat di kawasan pesisir.
"Pembangunan kawasan terpadu ini merupakan langkah untuk menyejahterakan puluhan ribu nelayan kita dari hulu hingga hilir," kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim Petrijansah Noor di Samarinda, Kamis.
Tercatat terdapat enam kabupaten/kota yang telah mengajukan usulan pembentukan kawasan tersebut meliputi Berau, Kutai Kartanegara, Paser, Penajam Paser Utara, Bontang, dan Samarinda.
Kehadiran program strategis nasional tersebut dirancang khusus guna menyatukan berbagai sarana operasional penunjang tangkapan di dalam satu lokasi strategis.
Fasilitas fisik yang dibangun secara menyeluruh meliputi Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pabrik es, ruang pendingin, hingga stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan.
"Kawasan terintegrasi ini nantinya menjadi ekosistem pusat pertemuan ekonomi yang menghidupkan transaksi langsung antara nelayan, pembudidaya, hingga pihak distributor," ujar Petri.
Lanjut dia, pemenuhan sarana logistik operasional melaut turut ditangani secara profesional melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di setiap sentra perikanan.
Koperasi Desa Merah Putih bertugas menyediakan sarana alat tangkap berkualitas sekaligus menjamin kelancaran distribusi pasokan BBM bersubsidi tepat sasaran.
Melalui ketersediaan kelengkapan fasilitas dengan mengoptimalkan peran Koperasi Desa Merah Putih, imbuh Petri, beban biaya operasional nelayan dapat ditekan sehingga pendapatan mereka melonjak.
Secara keseluruhan, jumlah nelayan di Kalimantan Timur mencakup 42.162 pegiat tangkapan perairan laut dan 36.125 orang beroperasi di kawasan perairan umum daratan. Dari jumlah itu, Kabupaten Kutai Kartanegara mendominasi kawasan dengan pegiat perikanan tangkap terbanyak menembus 31.700 nelayan perairan umum darat.
"Kami berupaya mengawal perluasan program unggulan ini agar kepastian usaha maritim terjamin kuat dan roda kemandirian ekonomi masyarakat desa semakin tangguh," kata Petri.
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.