Samarinda (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur memfasilitasi sepuluh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal untuk mempresentasikan produk wastra dan kriya mereka secara langsung di hadapan pembeli (buyer) asal Australia.
Kepala Dinas DPPKUKM Provinsi Kalimantan Timur, Heny Purwa Ningsih di Samarinda, Selasa, menyatakan bahwa promosi tersebut dikemas dalam kegiatan Business Matching di Aula Lantai 4 Kantor DPPKUKM Kaltim, Samarinda.
Menurut Heny, langkah strategis ini bertujuan untuk memperluas jejaring pemasaran dan meningkatkan daya saing UMKM lokal di pasar ekspor.
"Sebelum tampil, ke-10 UMKM yang bergerak di bidang wastra dan kriya telah melalui proses kurasi ketat oleh tim DPPKUKM bersama Dekranasda Kaltim," jelas Heny.
Produk yang dipresentasikan meliputi dekorasi rumah berbahan ulap doyo dan rami, kerajinan manik, anyaman rotan, hingga bantal batik bermotif khas Kalimantan.
Sepuluh merek binaan Dekranasda Kaltim yang berkesempatan memukau calon pembeli internasional tersebut adalah Rumah Tenun Rahmadina, D’Jahit Ratie, Borneo Batik, BAE Sulam Tumpar, Pokantakaq, Menggeris, Rajut RST, Matan Gallery, Denafee dan Gilfantee.
Heny mengungkapkan bahwa presentasi para pelaku UMKM mendapat respons yang sangat menggembirakan. Produk kriya dan wastra khas Kaltim tersebut memperoleh apresiasi tinggi dari diaspora Indonesia di Australia.
"Sejumlah produk akan dipasarkan melalui galeri di Australia sebagai etalase produk kreatif Indonesia. Ini sekaligus menjadi pintu masuk bagi karya perajin Kaltim ke pasar internasional," tambahnya.
Bahkan, beberapa UMKM langsung berhasil mendapatkan Purchase Order (PO) atau pesanan langsung dari pembeli Australia yakni MSHADI GROUP PTY LTD. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas produk UMKM Kaltim memiliki standar yang diperhitungkan di pasar global.
Sebagai upaya promosi lanjutan, koleksi busana berbahan wastra khas Kaltim juga direncanakan tampil dalam peragaan busana di Australia.
Momentum ini diharapkan menjadi batu loncatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat dunia.
Ke depan, Pemprov Kaltim melalui Dekranasda dan DPPKUKM berkomitmen penuh untuk terus mendampingi dan memberikan pelatihan bagi pelaku usaha.
"Program berkelanjutan ini ditujukan agar para perajin semakin siap, mandiri dan berani bersaing di skala internasional," jelas Heny.
Pewarta: ArumantoEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.