Debit mata air dari Gunung Sekerat, Kecamatan Kaliorang menurun akibat kemarau, sehingga distribusi air bersih menuju Desa Benua Baru Ilir dan Desa Maloy terkendala
Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Kabupaten Kutim bekerja sama dengan perusahaan daerah milik Provinsi Kalimantan Timur, yakni PT Melati Bhakti Sejahtera (MBS) untuk mengatasi penurunan debit air akibat musim kemarau, agar layanan ke masyarakat tetap berjalan lancar.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada Rabu, 1 Juli 2026, sehingga Perumdam menargetkan distribusi air bersih menuju Desa Benua Baru Ilir dan Desa Maloy dapat kembali berjalan lancar.
"Debit mata air dari Gunung Sekerat, Kecamatan Kaliorang menurun akibat kemarau, sehingga distribusi air bersih menuju Desa Benua Baru Ilir dan Desa Maloy terkendala," ujar Dirut Perumdam Tirta Tuah Benua Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Suparjan di Sangatta, Selasa.
Sumber air dari Gunung Sekerat tersebut saat musim hujan mampu memproduksi 50 liter per detik, namun kini masuk musim kemarau kapasitasnya hanya tersisa 15 liter per detik.
Penurunan volume air itu berdampak langsung terhadap kemampuan sistem penyediaan air baku bagi Perumdam, sehingga distribusi air menuju dua desa di Kecamatan Sangkulirang itu tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Untuk itu, kata dia, pihaknya bekerja sama dengan PT MBS yakni suplai air curah dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Kutim.
Ia mengatakan setelah penandatanganan nota kesepahaman pekan lalu, PT MBS langsung menjalankan proses pengajuan penambahan daya listrik kepada PLN untuk mendukung operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) di kawasan KEK Maloy.
"Penambahan kapasitas listrik oleh MBS menjadi salah satu prasyarat agar suplai air curah kepada Perumdam Tirta Tuah Benua dapat direalisasikan sesuai rencana," kata Suparjan.
Sejalan dengan itu, Perumdam melakukan pembenahan pada jaringan penunjang distribusi. Bahkan beberapa pembenahan telah tuntas, salah satunya perbaikan reservoir booster (bangunan penampung sekaligus penguat tekanan distribusi air) berkapasitas 1.400 meter kubik di Desa Bumi Sejahtera, Kecamatan Kaliorang.
"Pembenahan fasilitas ini penting karena berfungsi untuk meningkatkan keandalan sistem distribusi. Harapannya adalah agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih stabil ketika pasokan air normal kembali," kata Suparjan.
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.