Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Karst Sangkulirang-Mangkalihat di bentang alam Kabupaten Kutai Timur (Kutim) hingga Berau, Kalimantan Timur, pada Senin hingga Jumat (6-10) Juli ini menjalani verifikasi oleh tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menuju Geopark Nasional.

"Seluruh komponen mulai dari kabupaten, kecamatan, desa, hingga kalangan swasta kompak memberi dukungan agar Geopark Sangkulirang–Mangkalihat dapat diakui secara resmi," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim Januar Bayu Irawan di Sangatta, Senin.

Setelah tim verifikator menuntaskan tugasnya dan ke depan kawasan ini resmi menjadi Geopark Nasional, katanya, maka akan menjadi kebanggaan bagi daerah sehingga akan mampu mendorong pelestarian lingkungan, penguatan edukasi, serta peningkatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Di geopark ini terdapat 26 situs, yakni 15 situs berada di Kabupaten Berau dan 11 lainnya tersebar di Kutim. Sedangkan di Kutim, situs yang dikunjungi tim yang dipimpin Prof Mega Fatima Rosana yakni Culture Site Galery Budaya Sangatta, Geosite Liyang Tewet Bengalon, Geosite Air Terjun Tangga Bidadari, Geosite Corner SD Negeri 02 Kaliorang, dan Geosite Gua Mengkuris Karangan.

Ia menyebut bahwa Pemkab Kutim juga telah menyiapkan berbagai daya dukung untuk menunjang proses penilaian selama kunjungan, salah satunya melibatkan pelaku UMKM sebagai bagian dari upaya menampilkan potensi ekonomi kreatif masyarakat lokal.

Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan geopark tidak hanya fokus pada aspek geologi, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperkuat identitas budaya, serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Selama proses verifikasi, katanya, tim dari pusat juga dijadwalkan melakukan diskusi dengan Bupati Kutim dan sejumlah pihak terkait, sebagai bagian dari komitmen bersama menjaga kawasan geopark mulai dari aspek konservasi, pemberdayaan masyarakat hingga pembangunan berkelanjutan.

Sementara perangkat daerah dari Kutim yang mendampingi tim selama melakukan verifikasi ke bentang alam tersebut antara lain perwakilan Bappeda, Dispar, Bidang Kebudayaan Disdikbud, Diskominfo, dan Dinas Perhubungan.

"Jika ke depan ditetapkan menjadi Geopark Nasional hingga Geopark Dunia, maka akan menjadi warisan dunia, sehingga ada jaminan menjaga ekologi dan ekosistemnya. Ini penting agar kawasan tersebut tetap lestari, terlindungi dari kerusakan, serta dapat dimanfaatkan secara bijak," katanya.



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026