Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, mengembangkan kelapa genjah yang cocok ditanam di wilayah pesisir sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menunjang program ketahanan pangan.
"Pengembang kelapa genjah di pesisir untuk ketahanan pangan, sekaligus peningkatan kesejahteraan warga," ujar Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor ketika ditanya mengenai penanaman 100 bibit kelapa genjah di Penajam, Sabtu.
Pengembangan kelapa genjah dapat menjadi salah satu alternatif sumber pendapatan masyarakat pesisir, lanjut dia, sekaligus memperkuat sektor perkebunan sebagai penopang perekonomian kabupaten.
Kementerian Pertanian juga membuka peluang bagi petani untuk melakukan peremajaan tanaman kelapa menjadi varietas kelapa genjah yang dinilai lebih produktif dan memiliki masa panen lebih cepat.
Upaya memperkuat sektor perkebunan rakyat terus dilakukan, jelas dia, dan penanaman kelapa genjah dilakukan secara berkelanjutan agar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Kelapa genjah memiliki masa panen atau berbuah singkat kisaran usia 3-4 tahun dengan ukuran pohon pendek dan produktivitas tinggi, cocok untuk lahan di wilayah pesisir dengan potensi produksi hingga 2-4 ton per hektar per tahun.
Pengembang kelapa genjah untuk menggenjot ekonomi di wilayah pesisir, kata dia, serta sebagai langkah diversifikasi ekonomi dan program unggulan memperkuat Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Peluang pasar kelapa genjah cukup besar terutama untuk memenuhi kebutuhan ekspor yang hingga kini terus meningkat, sehingga menjadi langkah strategis Kabupaten Penajam Paser Utara mengembangkan komoditas perkebunan yang memiliki nilai tambah.
Karakteristik wilayah pesisir di Kabupaten Penajam Paser Utara sesuai untuk budi daya kelapa genjah yang memiliki prospek ekonomi menjanjikan, sekaligus dapat mendukung program ketahanan pangan, demikian Mudyat Noor.
Baca juga: Disbun Kaltim telusuri sumber benih kelapa unggul untuk dikembangkan
Pewarta: Nyaman Bagus PurwaniawanEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.