Nusantara (ANTARA) - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengatakan ekonomi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), mengalami pertumbuhan signifikan berkat gencarnya pembangunan di wilayah IKN dan sekitarnya.

"Hingga saat ini, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten PPU tercatat lebih tinggi dan signifikan sebesar 19,9 persen dibanding kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur (Kaltim)," ujar Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN Pungky Widiaryanto di Nusantara, Minggu.

Sementara itu, lanjut dia, perkembangan perekonomian di Provinsi Kaltim juga tumbuh lebih tinggi dan signifikan ketimbang provinsi lain di Pulau Kalimantan, yakni tumbuh sebesar 3,7 persen.

Pertumbuhan sebesar itu, ia mengatakan diperoleh berdasarkan hasil kajian dampak ekonomi melalui fasilitas pendukung penerapan skema pendanaan (PPSP).

Hasil kajian juga menunjukkan adanya penurunan tingkat kemiskinan di PPU sebesar 0,45 persen dibandingkan sebelum pembangunan IKN dimulai.

Sebelumnya, saat Seminar Jumat Belajar dengan tema "Kupas Tuntas Dampak Ekonomi IKN" secara hybrid pada Jumat (26/6), di Balai Kota Otorita IKN, ia juga terus mendorong agar manfaat pembangunan IKN dapat dirasakan lebih luas agar dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif dan berkelanjutan.

Seminar yang diikuti lebih dari 200 peserta, terdiri dari Insan Otorita IKN, Bank Indonesia (BI), Kementerian PPN/Bappenas, Badan Pusat Statistik (BPS) RI, serta Perwakilan Himpunan Bank Negara di Nusantara itu, menurut dia, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai dampak ekonomi pembangunan IKN terhadap berbagai wilayah sekitarnya, termasuk bagi Provinsi Kaltim, Pulau Kalimantan, hingga dampak skala nasional.

Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN Mia Amalia mengatakan bahwa seminar itu menjadi upaya bersama untuk memahami dampak ekonomi pembangunan IKN. Kajian ini menganalisis dampak ekonomi secara komprehensif bukan hanya di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP), namun sampai Kalimantan Timur dan Pulau Kalimantan.

 



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026