Samarinda (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda menerjunkan 635 petugas untuk menyisir seluruh lini usaha masyarakat di tiap kecamatan dalam gelaran Sensus Ekonomi 2026.
"Kami menyiapkan 635 petugas sensus, termasuk petugas pengawas lapangan. Mereka akan mendata sebanyak 395.000 warga dan tempat usaha yang tersebar di seluruh wilayah Samarinda,” ujar Kepala BPS Kota Samarinda, Supriyanto, di Samarinda, Selasa .
Ia mengungkapkan kegiatan nasional ini telah resmi dimulai pada Senin (15/6/2026) pagi. Sebagai langkah awal, tim BPS melakukan kunjungan langsung ke Balai Kota Samarinda untuk melakukan pendataan perdana kepada jajaran pimpinan daerah.
Pendataan pertama menyasar Wali Kota Samarinda Andi Harun, Wakil Wali Kota H. Saefuddin Zuhri, dan Sekretaris Daerah Kota Samarinda Neneng Chamelia Santi.
Sejumlah pertanyaan strategis diajukan oleh petugas, meliputi data kartu keluarga dan jumlah penghuni rumah. Lalu profesi dari masing-masing anggota keluarga, dan jenis usaha yang dimiliki di luar jabatan pemerintahan yang sedang diemban.
Setelah menyelesaikan pendataan di tingkat kepala daerah, BPS langsung menggerakkan tim ke lapangan. Petugas akan mendatangi rumah warga secara langsung (door-to-door) di 10 kecamatan yang ada di Samarinda.
Proses pendataan lapangan ini dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Selain wawancara, petugas juga akan melakukan dokumentasi visual rumah warga sebagai bagian dari kelengkapan validasi data.
Supriyanto menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang digelar berkala setiap 10 tahun sekali. Target utamanya adalah memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan peta perkembangan sektor usaha di seluruh Indonesia.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengajak seluruh masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Samarinda untuk berpartisipasi aktif.
Ia menegaskan pemerintah daerah memberikan dukungan penuh demi menjamin kualitas informasi yang dihasilkan.
"Harapan kami, semoga para petugas BPS di lapangan mampu menjalankan tugas pendataan secara profesional, akurat, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” tutur Andi Harun.
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, memberikan usulan praktis untuk mempercepat dan mempermudah kerja petugas di lapangan.
" Supaya kerja tim lapangan lebih mudah, kami siap mengumpulkan para pegawai Pemkot Samarinda di satu tempat. Jadi, petugas BPS bisa langsung mengambil data tanpa harus berkunjung ke rumah mereka satu per satu,” saran Saefuddin.
Ia menegaskan bahwa Pemkot Samarinda siap berkoordinasi dan berkolaborasi total untuk menyukseskan program ini. Hasil akhir dari sensus ini diharapkan dapat menjadi kompas yang akurat bagi arah pembangunan ekonomi daerah di masa depa
Pewarta: ArumantoEditor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.