Melalui pendekatan SECURE, sebagian besar areal tambak dipertahankan, bahkan dipulihkan menjadi kawasan mangrove yang berfungsi sebagai penyerap karbon, pelindung alami pantai, sekaligus habitat berbagai biota penting

Berau, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), menggandeng Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dalam memberdayakan kelompok perempuan, sebagai upaya membangkitkan ekonomi pesisir melalui pengelolaan hasil perikanan agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Pemberdayaan yang dilakukan antara lain melalui pelatihan dan pendampingan terkait pengembangan usaha, pengemasan produk, pemasaran, pencatatan keuangan, hingga strategi meningkatkan daya saing.

"Hal ini dilakukan agar kelompok masyarakat mampu membangun usaha yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan pesisir," ujar Manajer Senior Ekonomi Biru YKAN Kiki Anggraini di Berau, Ahad.

Bentuk lain yang dilakukan pemda dan YKAN adalah mendorong kelompok perempuan meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat kelembagaan kelompok, mengembangkan inovasi produk, serta memperluas akses pasar bagi produk-produk berbasis sumber daya pesisir yang dikelola secara berkelanjutan.

"Didukung legalitas usaha, pengemasan yang membaik, dan sertifikat halal yang telah diperoleh, diharapkan produk olahan dari ikan tersebut berkembang menjadi produk unggulan pesisir Berau yang mampu bersaing di pasar regional maupun nasional," katanya.

Ia menjelaskan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan salah satu kunci penting dalam membangun ekonomi pesisir yang tangguh.

Kegiatan itu, lanjutnya, sejalan dengan pendekatan ekonomi biru yang dikembangkan YKAN melalui konsep Shrimp Carbon Aquaculture (SECURE).

Pendekatan ini mengintegrasikan budi daya udang berkelanjutan dengan perlindungan dan pemulihan ekosistem mangrove di kawasan pesisir.

"Melalui pendekatan SECURE, sebagian besar areal tambak dipertahankan, bahkan dipulihkan menjadi kawasan mangrove yang berfungsi sebagai penyerap karbon, pelindung alami pantai, sekaligus habitat berbagai biota penting," ujar Kiki.

Salah satu kelompok perempuan yang dilakukan pendampingan adalah Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Kerjasama Jaya, di Kampung Pegat Batumbuk, Kecamatan Pulau Derawan.

Olahan makanan dari perikanan oleh kelompok ini antara lain abon dari bandeng dan udang krispi dari kepala udang dengan merek "Uludang Crispy".

Sebelumnya, kepala udang di kawasan ini tidak dimanfaatkan oleh warga setempat karena memang tidak laku dijual, sehingga menjadi limbah bagi warga setempat.

Berkat pendampingan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Berau bersama YKAN, kini kaum perempuan bisa memanfaatkan limbah tersebut menjadi nilai jual, yakni seharga Rp25 ribu per kemasan 100 gram (harga di Kampung Pegat Batumbuk).



Pewarta: Novi Abdi
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026