Samarinda (ANTARA) - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur Muhammad Faisal mengajak insan pers daerah memperkuat iklim informasi sehat guna membentengi masyarakat dari penyebaran hoaks di era digital.
"Berita hoaks jauh lebih berbahaya daripada sekadar informasi yang keliru. Pola penyebarannya kini semakin canggih, yakni dengan memelintir fakta secara sengaja untuk menggiring dan memanipulasi opini publik," kata Muhammad Faisal dalam Konvensi Media Siber bertema "Pers Sehat Merawat Harmoni Benua Etam" di Samarinda, Sabtu.
Faisal menyoroti fenomena pascakebenaran (post-truth), ruang gema (echo chamber), serta dominasi algoritma media sosial yang membuat informasi sensasional lebih cepat menyebar dibandingkan informasi yang akurat dan berbasis data.
"Jangan sampai kita terbawa arus algoritma. Sesuatu yang ramai dan viral belum tentu benar. Di sinilah peran penting pers profesional untuk meluruskan informasi," ujarnya.
Menurut dia, tantangan tersebut semakin nyata karena tingkat penetrasi internet di Kalimantan Timur telah melampaui 80 persen, dengan mayoritas masyarakat mengakses internet melalui perangkat seluler.
Tingginya tingkat digitalisasi membuka peluang bagi perkembangan media digital, namun pada saat yang sama meningkatkan risiko penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.
Meski demikian, Faisal menilai media sosial dan produk jurnalistik bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan bagian dari ekosistem informasi modern yang harus saling melengkapi.
"Kecepatan media sosial harus diimbangi dengan tradisi verifikasi jurnalistik yang ketat. Sebaliknya, media massa juga dituntut bergerak cepat agar tidak kehilangan momentum," katanya.
Konvensi tersebut menjadi ruang diskusi yang menghadirkan perwakilan Dewan Pers, Kementerian Hukum, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk membahas masa depan industri pers di tengah perkembangan digital.
Senada dengan Faisal, Ketua Panitia Pelaksana Wartawan Legend Bedapatan ke-4 Charles Siahaan menegaskan pers yang sehat memiliki peran penting dalam menjaga kualitas ruang publik sekaligus melawan hoaks.
"Pers yang sehat adalah pers yang mampu menghadirkan informasi yang benar dan menjadi benteng utama dalam menghadapi hoaks. Tugas kewartawanan merupakan tugas yang mulia," kata Charles.
Selain konvensi, kegiatan tersebut juga diisi dengan Malam Apresiasi Wartawan Legend sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para jurnalis senior dalam membangun dunia jurnalistik di Kalimantan Timur.
Melalui kegiatan itu, sinergi antara media, pemerintah, dan masyarakat diharapkan semakin kuat untuk mewujudkan ruang informasi yang sehat, profesional, aman, dan bertanggung jawab di Kalimantan Timur.
Pewarta: ArumantoEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.