Langkah pencegahan di tingkat akar rumput jauh lebih penting daripada sekadar menghadiri kegiatan seremonial. Implementasi nilai toleransi harus benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat

Paser (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser menyoroti potensi pergeseran nilai sosial serta ancaman polarisasi di media sosial yang dinilai dapat mengikis semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Keberagaman suku, agama, dan budaya yang selama ini menjadi kekuatan Kabupaten Paser dinilai menghadapi tantangan baru seiring derasnya arus informasi digital. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut berpotensi memicu perpecahan dan melemahkan persatuan masyarakat.

Wakil Ketua I DPRD Paser, Zulkifli Kaharuddin, menegaskan bahwa berbagai kegiatan seremonial yang rutin digelar setiap tahun akan kehilangan makna apabila tidak diiringi langkah nyata dan strategi yang tepat di lapangan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser tidak boleh menutup mata terhadap dampak perkembangan teknologi dan globalisasi yang secara perlahan berpotensi menggeser nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.

“Karena itu, kami meminta Pemkab Paser segera merumuskan program penguatan ideologi kebangsaan yang lebih modern, interaktif, dan relevan dengan karakter generasi muda. Pola edukasi nilai-nilai luhur yang selama ini digunakan perlu diperbarui agar mampu bersaing dengan berbagai narasi radikal maupun individualistis yang berkembang di ruang digital,” ujar Zulkifli, Rabu (3/6/2026).

Ia menambahkan, stabilitas keamanan dan kerukunan masyarakat merupakan faktor penting dalam mendukung iklim investasi, pertumbuhan ekonomi, serta kualitas pelayanan publik di Kabupaten Paser. Menurutnya, gesekan sosial yang berakar dari sentimen kelompok harus diantisipasi sejak dini agar tidak mengganggu proses pembangunan daerah.

Untuk itu, Zulkifli mendorong seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah, serta organisasi kemasyarakatan agar lebih aktif turun ke tengah masyarakat guna mendeteksi dan mencegah potensi konflik sosial.

“Langkah pencegahan di tingkat akar rumput jauh lebih penting daripada sekadar menghadiri kegiatan seremonial. Implementasi nilai toleransi harus benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” katanya.

Melalui pandangan tersebut, DPRD Paser berharap lahirnya cara pandang baru dalam merawat persatuan dan kerukunan di daerah. Perbedaan yang ada harus dijadikan kekuatan bersama untuk mendorong kemajuan Kabupaten Paser.

“Pemda diharapkan segera mengambil langkah konkret agar Kabupaten Paser tetap menjadi daerah yang aman, harmonis, kompetitif, dan bebas dari sentimen yang dapat memecah belah masyarakat,” pungkasnya. (Adv/DPRD Paser)



Pewarta: R. Wartono
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026