Kegiatan tanam pohon bukan sekadar seremoni, tapi kebiasaan yang terus dijaga
Penajam Paser Utara (ANTARA) - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono menyebut kebiasaan menanam pohon di kawasan IKN yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, terus dijaga menjadi gaya hidup di Ibu Kota Indonesia itu.
"Kegiatan tanam pohon bukan sekadar seremoni, tapi kebiasaan yang terus dijaga," ujar Basuki Hadimuljono ketika ditanya mengenai program penanaman pohon di Sepaku, Penajam Paser Utara, Jumat.
"Menanam pohon adalah gaya hidup, setiap satu atau dua pekan menanam pohon untuk meninggalkan jejak hijau di IKN," tambahnya.
Salah satunya penanaman 700 pohon di kawasan Plaza Legislatif IKN, yang dilakukan Otorita IKN bersama perwakilan Kementerian Keuangan dan masyarakat umum.
Jenis pohon yang ditanam, antara lain balangeran, kapur, tanjung, meranti, hingga pohon buah seperti jeruk, jambu, mangga, kemiri, dan matoa, ditanam pula tabebuya, pucuk merah, angsana, serta beberapa jenis lainnya yang memperkaya lanskap hijau IKN.
DI ibu kota baru Indonesia menanam pohon bukan hanya menambah ruang, jelas Basuki Hadimuljono, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan, kepedulian dan keyakinan, bahwa kota dibangun.menjadi tempat hidup yang lebih baik di masa depan.
"Kegiatan penanaman pohon bagi sebagian orang terlihat sederhana," kata mantan Direktur Jenderal Bea dan Cukai periode 1999-2002, Permana Agung Drajattun yang ikut kegiatan tanam pohon di kawasan Plaza Legislatif IKN.
Kegiatan penanaman pohon terus dilakukan di kawasan ibu kota baru Indonesia, lanjut dia, masyarakat yang terlibat pasti ada rasa memiliki pohon yang tumbuh.dari setiap bibit yang ditanam.
Permana Agung Drajattun mengaku menikmati ketika mengikuti kegiatan penanaman pohon sebagai pengalaman pertama menanam pohon di IKN dengan udara yang bersih, dan sebagai penataan dari awal sebuah kota.
Pewarta: Nyaman Bagus PurwaniawanEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026