Petambak sini berapa tahun terakhir banyak memilih budi daya rumput laut gracilaria, karena cukup menjanjikan dengan panen per tiga pekan sekali, sehingga dapat menjadi tumpuan ekonomi

Penajam Paser Utara (ANTARA) - Petambak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, berhasil menghasilkan produksi budi daya rumput laut gracilaria atau sango-sango sedikitnya 9.000 ton per tahun.

"Petambak sini berapa tahun terakhir banyak memilih budi daya rumput laut gracilaria, karena cukup menjanjikan dengan panen per tiga pekan sekali, sehingga dapat menjadi tumpuan ekonomi," ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Trasodiharto di Penajam, Jumat.

Hasil produksi budi daya rumput laut gracilaria para petambak termasuk cukup besar, lanjut dia, mencapai sekitar 9.000 ton per tahun, dengan sekitar 4.000 hektare lahan tambak di antaranya berada di Desa Babulu Laut, Desa Labangka dan Desa Labangka Barat di wilayah Kecamatan Babulu.

Petambak yang melakukan budi daya rumput laut gracilaria, kata dia, diintegrasikan dengan ikan bandeng dan udang atau sistem budi daya polikultur.

Budi daya tersebut dinilai menjanjikan karena stabil dan menguntungkan kendati menghadapi musim kemarau, jelas dia, karena kadar garam atau salinitas yang cukup tinggi mempercepat pertumbuhan rumput laut gracilaria.

"Budi daya rumput laut gracilaria memanfaatkan kadar garam tinggi untuk mempercepat pertumbuhan, sehingga ditargetkan produksi rumput gracilia di Kabupaten Penajam Paser Utara terus meningkat," ujarnya.

Rumput laut gracilaria sebagai bahan baku utama agar-agar, industri kosmetik, dan pangan tersebut diproyeksikan bakal menjadi salah satu hasil budi daya di Kabupaten Penajam Paser Utara, demikian Andi Trasodiharto.



Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026