Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda resmi memulai langkah akselerasi dalam tata kelola pemerintahan berbasis data hingga menyentuh level akar rumput, melalui peluncuran program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) 2026.
Wali Kota Samarinda Andi Harun di Samarinda, Rabu, menegaskan bahwa paradigma pembangunan masa kini telah bergeser total ke arah digitalisasi data yang presisi.
Dalam peluncuran yang digelar di Ballroom Arutala, Kantor Bapperida Samarinda, Andi Harun memberikan pernyataan kuat mengenai posisi data dalam birokrasi modern.
“Data bukan lagi sekadar the new oil. Lebih dari itu, data adalah the new infrastructure of governance. Ini adalah infrastruktur baru dalam menjalankan roda pemerintahan,” tegas Andi Harun.
Wali Kota menyoroti hambatan menahun dalam pembangunan, yakni data yang terfragmentasi (terpecah-pecah) dan tidak terstandarisasi. Menurutnya, akurasi data adalah harga mati untuk efisiensi anggaran.
“Jika data meleset, kebijakan pasti salah sasaran. Dampaknya, program menjadi tidak efektif dan anggaran terbuang percuma. Risiko terbesarnya adalah arah pembangunan kita bisa kehilangan kompas,” imbuhnya.
Baca juga: Samarinda siap kooperatif tuntaskan polemik sewa mobil dinas
Ia menginstruksikan seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga lurah untuk tidak sekadar menggugurkan kewajiban regulasi, tetapi membangun kesadaran kolektif sebagai produsen data yang presisi.
Kepala Diskominfo Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah, menambahkan bahwa Desa Cantik 2026 adalah bagian dari ekosistem besar digitalisasi kota. Samarinda mengintegrasikan tiga program utama: Desa Cantik, Smart RT, dan Kelurahan Digital.
“Tahun lalu kita berada di posisi kedua. Tahun ini, dengan kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat, kami optimistis meraih hasil terbaik. Kelurahan harus menjadi subjek utama, bukan sekadar penonton dalam pengelolaan data,” jelas Aji.
Langkah progresif ini mendapat dukungan penuh dari Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, yang menilai inisiatif Pemkot Samarinda sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
“Kunci pembangunan nasional ada pada kualitas data di level terkecil. Semakin detail data yang dimiliki kelurahan, semakin tepat intervensi kebijakan yang diberikan. BPS siap mengawal melalui pembinaan aparatur dalam pengumpulan hingga pemanfaatan data,” kata Mas’ud.
Acara ditandai dengan penekanan tombol virtual dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai komitmen bersama. Dengan sistem data yang terintegrasi, Pemkot Samarinda optimistis pembangunan kota ke depan akan lebih terukur, efisien, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Walikota Samarinda edukasi jurnalis kenabian dalam halal bihalal PWI
Pewarta: ArumantoEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026