Balikpapan (ANTARA) - PLN membangun dua jalur baru (extention 2 line bay) di Gardu Induk (GI) 150 kV Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur untuk menghubungkan gardu itu dengan GI Sei Durian di Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Dua jalur baru ini akan membuat aliran listrik ke Paser lebih stabil karena gardu Grogot dan Sei Durian saling terhubung.
Paser adalah kabupaten paling selatan dari Kalimantan Timur dan berbatasan langsung dengan Kalimantan Selatan. Ibu kotanya, Tanah Grogot, berjarak lebih kurang 135 km barat daya Balikpapan.
Paser memiliki 88.051 pelanggan PLN. Di sisi selatan, jalur menuju Sungai Durian terhubung dengan wilayah pesisir Kalimantan Selatan yang mencakup Kotabaru dan Tanah Bumbu, dengan total lebih dari 200 ribu pelanggan termasuk kawasan industri semen di Batu Licin.
Penguatan jaringan antara dua gardu induk itu diharapkan meningkatkan keandalan pasokan bagi masyarakat dan industri di kedua provinsi.
Manager Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1, I Made Gita Prawira, mengatakan saat ini pekerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana. Ia menyebut tim menjaga ketepatan proses dan keselamatan kerja.
“Pekerjaan pondasi dan pemasangan gantry (crane, derek untuk mengangkat material ke posisinya) telah selesai. Tahap berikutnya adalah pemasangan peralatan tegangan tinggi sebelum masuk ke proses penarikan kabel dan pengujian,” jelas Made Gita, Minggu.
Pada kesempatan terpisah General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, mengatakan pengembangan fasilitas di GI Grogot merupakan langkah untuk memperkuat sistem kelistrikan Kalimantan.
“Kami berharap proyek ini akan meningkatkan keandalan jaringan, meningkatkan kualitas layanan, dan menekan potensi gangguan,” kata Basuki.
PLN menargetkan pembangunan dua jalur baru di GI Grogot selesai sesuai jadwal sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat di Kabupaten Paser dan sekitarnya.
Pewarta: Novi AbdiEditor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026