Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mempertajam tiga program unggulan untuk mencerahkan masa depan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut melalui pendidikan gratis, pemerataan akses, dan pembentukan sekolah unggulan.

"Tiga fokus utama ini menjadi andalan kami untuk memastikan pemerataan pendidikan, sekaligus mencetak generasi berdaya saing global," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Armin di Samarinda, Sabtu.

Program pertama yang dinamakan Gratis Pol mencakup optimalisasi Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) dan pemberian seragam sekolah secara gratis untuk pertama kalinya di provinsi ini.

Selanjutnya, kata dia, upaya pemerataan akses diwujudkan melalui pembangunan sekolah dan ruang kelas baru guna mengatasi masalah kelebihan kapasitas, terutama di Balikpapan yang sebelumnya mencatat 52 persen pelajarnya tidak tertampung di sekolah negeri.

Program ketiga, lanjut dia, menargetkan minimal satu sekolah unggulan di 10 kabupaten dan kota, menyusul empat sekolah percontohan yang sudah berjalan yakni SMA Negeri 10 Samarinda, SMAN 2 Sangatta Utara, SMAN 1 Balikpapan, serta SMAN 3 Tenggarong.

"Khusus untuk SMA Negeri 10 Samarinda, satuan pendidikan ini telah didapuk sebagai Sekolah Garuda Transformasi yang berfokus menyiapkan para siswanya agar mampu menembus kampus-kampus berskala global," papar Armin.

Mengatasi tantangan di kawasan pedalaman terpencil seperti Mahakam Ulu, kata dia, pemerintah membangun fasilitas asrama sekolah yang dijaga langsung oleh para guru guna menampung pelajar yang terkendala akses ekstrem seperti keharusan menyeberangi sungai.

Armin menegaskan fasilitas prasarana pendidikan di wilayah pelosok kini telah dirancang agar kualitasnya setara dibandingkan dengan sekolah-sekolah di perkotaan.

Disdikbud Kaltim juga terus meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui pelatihan kecerdasan emosional dan sosial, ditambah pendampingan manajerial langsung ke sekolah-sekolah guna memastikan tidak ada siswa yang mengalami kehilangan waktu belajar.

Guna mendukung daya saing internasional tersebut, kata Armin, kemampuan berkomunikasi aktif menggunakan Bahasa Inggris mulai diterapkan sebagai salah satu elemen penting bagi pelajar Kaltim mulai tahun ini.

"Kami minta kepala sekolah senantiasa menjaga kenyamanan lingkungan belajar, para guru mendidik dengan ikhlas sebagai bentuk ibadah, dan seluruh siswa terus belajar sungguh-sungguh sebagai penentu masa depan bangsa," pesan Armin.



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026