Samarinda (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur membidik perluasan Sekolah Garuda menjadi empat SMA sebagai upaya mengakselerasi kualitas pendidikan daerah.

"Kami memfokuskan program Sekolah Garuda Transformasi ini secara khusus menjadi empat sekolah unggulan agar percepatan pendidikan bertaraf internasional dapat segera terwujud secara lebih masif," ujar Plt Kepala Disdikbud Kaltim Armin di Samarinda, Kamis.

Armin menjelaskan  bahwa SMAN 10 Samarinda menjadi satu-satunya institusi pendidikan yang telah resmi dibentuk sebagai Sekolah Garuda Transformasi sejak 2025.

Sekolah percontohan ini terus digenjot untuk memperkuat kelas internasional dengan menggunakan sistem pengantar bahasa Inggris secara penuh.

SMAN 10 dipilih karena dinilai sudah memiliki budaya akademik sangat tinggi serta didukung oleh guru-guru yang berhasil lolos seleksi komunikasi berbahasa Inggris.

Saat ini, Disdikbud Kaltim sedang mengajukan tiga sekolah lainnya kepada pihak Kemendiktisaintek agar segera menyusul langkah transformasi pendidikan tersebut.

SMAN 2 Sangatta Utara secara khusus diproyeksikan menjadi lokasi perluasan program kelas internasional yang dimulai di ibu kota provinsi itu.

Baca juga: 32 murid Sekolah Garuda Samarinda lanjutkan kuliah di AS, Belanda, hingga Australia

Selain itu, SMAN 3 Tenggarong turut diusulkan untuk program kelas internasional sekaligus dipersiapkan matang sebagai sekolah berasrama penuh.

Sementara itu, SMAN 1 Balikpapan secara resmi turut diusulkan untuk mengikuti program transformasi pendidikan serupa pada 2026.

Demi mendukung terciptanya sekolah unggul, Disdikbud Kaltim mantap menerapkan dua strategi utama guna meningkatkan kompetensi seluruh guru dan tenaga kependidikan.

"Strategi pertama mencakup pemberian pelatihan komprehensif bagi guru hingga kepala sekolah demi menambah wawasan, keterampilan, serta materi ajar," cakap Armin.

Strategi kedua adalah pelaksanaan program pendampingan intensif agar para tenaga pendidik sungguh-sungguh mampu menerapkan ilmu hasil pelatihan.

Menurut dia, proses pendampingan ini berperan penting guna memastikan bahwa mereka benar-benar mengaplikasikan seluruh pembekalan awal yang telah diberikan.

"Kedua strategi ini harus berjalan beriringan karena pelatihan saja tidak cukup tanpa adanya pengawasan implementasi lapangan," ungkap Armin.

Baca juga: Lowongan guru Sekolah Garuda dibuka, ada 200 formasi lebih



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026