Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, melakukan jemput bola atau mendatangi warga secara intensif untuk melayani pengurusan administrasi kependudukan (adminduk) bagi kelompok rentan di wilayah kabupaten setempat.

"Layanan pengurusan adminduk jemput bola, termasuk bagi kelompok rentan terus dilakukan," ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Penajam Paser Utara Waluyo ketika ditanya mengenal layanan pengurusan dokumen kependudukan di Penajam, Rabu..

Kelompok rentan tersebut, antara lain warga lanjut usia (lansia) penyandang disabilitas, maupun warga yang sakit dan tidak bisa datang ke kantor pelayanan.

Masyarakat diimbau jangan ragu untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah desa atau kelurahan di wilayah tempat tinggal, apabila terdapat warga yang membutuhkan pelayanan pengurusan adminduk.

Diharapkan masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara dapat terlayani secara maksimal dan memiliki dokumen kependudukan yang sah sebagai dasar dalam mengakses berbagai layanan publik.

Layanan pengurusan adminduk jemput bola bagi kelompok rentan merupakan bagian dari komitmen pemerintah kabupaten, kata dia, memastikan seluruh warga mendapatkan hak administrasi kependudukan tanpa terkecuali.

Salah satu layanan jemput bola dilakukan petugas kepada Hasibah, warga Desa Sesulu, Kecamatan Waru, yang mengalami sakit kronis dan telah lanjut usia tidak memungkinkan melakukan perekaman data adminduk di Kantor Kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Penajam Paser Utara.

.Petugas datang langsung ke rumah yang bersangkutan yang kondisinya sakit kronis dan sudah lansia, jelas dia, sehingga tidak memungkinkan melakukan pengurusan adminduk di kantor pelayanan.

Petugas layanan adminduk tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor pelayanan, tetapi juga aktif melakukan layanan jemput bola, khususnya bagi warga yang memiliki keterbatasan, demikian Waluyo.

Baca juga: CSR perusahaan sumber alternatif pembiayaan pembangunan daerah Penajam



Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026