Samarinda (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengoptimalkan layanan pengobatan jarak jauh atau telemedicine guna menjangkau serta mempercepat akses pelayanan medis bagi masyarakat di wilayah pelosok.
"Telemedicine sangat membantu di Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki kondisi geografis luas serta tantangan transportasi darat maupun sungai, sehingga kami bisa mempercepat akses penanganan pasien terutama di daerah terpencil," kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kaltim Ivan Hariyadi Hardjowidjojo di Samarinda, Selasa.
Ia menjelaskan pengobatan jarak jauh antar-fasilitas kesehatan ini menjadi solusi bagi warga daerah yang sangat jauh dari jangkauan pusat kota.
Salah satu contoh penerapan teknologi terintegrasi tersebut, kata dia, saat ini sudah berjalan dengan baik di fasilitas Puskesmas Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara.
"Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di pedalaman tersebut kini dapat mengirimkan hasil rekam jantung pasien secara daring langsung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Parikesit Tenggarong," jelas Ivan.
Ia menerangkan berkas medis digital berbentuk elektrokardiogram itu kemudian langsung dibaca dan dianalisis secara akurat oleh para dokter ahli di rumah sakit rujukan.
Berkat pengobatan jarak jauh ini, ungkap Ivan, para pasien dari desa terluar tidak perlu menempuh perjalanan darat yang memakan waktu berjam-jam menuju kawasan Tenggarong hanya untuk mendapatkan diagnosis awal.
Baca juga: Dinkes Kaltim fokus tingkatkan mutu 68 rumah sakit
Selain fasilitas konsultasi jantung, lanjutnya, sistem pertukaran data daring ini juga memfasilitasi komunikasi intensif antar-tenaga medis pada jenjang fasilitas yang berbeda.
"Dokter spesialis yang bertugas di rumah sakit daerah perbatasan, seperti wilayah Kabupaten Mahakam Hulu, kini rutin berkonsultasi secara virtual dengan para pakar dokter senior," kata Ivan.
Rujukan virtual tersebut, lanjut dia, biasanya ditujukan ke rumah sakit tingkat provinsi yang memiliki peralatan lebih lengkap, seperti RSUD Abdul Wahab Sjahranie di Samarinda atau RS Siloam.
"Penanganan medis gawat darurat kini bisa langsung diinstruksikan dari jarak jauh tanpa harus mempertaruhkan kondisi pasien secara fisik melewati rute perjalanan dengan medan yang berat," ucap Ivan.
Implementasi teknologi kesehatan di provinsi ini, kata Ivan, juga merambah pada pembaruan metode penapisan penyakit menular menahun seperti tuberkulosis.
Para petugas medis yang ditugaskan turun langsung ke lapangan kini telah dilengkapi dengan perangkat mobile X-ray untuk memindai kondisi organ paru-paru warga tepat di lokasi permukiman mereka.
"Hasil rontgen portabel tersebut selanjutnya dibaca menggunakan sistem teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat keputusan klinis tentunya dengan pendampingan profesional," ungkap Ivan.
Baca juga: Pemerintah pusat bantu Penajam tingkatkan layanan kesehatan
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026