Balikpapan (ANTARA) - Penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) di Balikpapan mencapai Rp4,97 triliun pada akhir 2025, menjadikan KPR sebagai cara utama masyarakat memiliki rumah dengan porsi 78 persen dari total transaksi.
“KPR tetap menjadi pilihan utama karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk mencicil dalam jangka panjang,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, Sabtu.
Pertumbuhan penyaluran KPR tercatat 4,16 persen secara tahunan. Meski tidak setinggi periode sebelumnya, BI menilai pembiayaan perumahan masih terjaga. Tingkat kredit bermasalah berada di bawah lima persen, menunjukkan kemampuan masyarakat membayar kreditnya masih relatif stabil di tengah perubahan aktivitas ekonomi.
Menurut Robi, menjelaskan besaran penyaluran kredit tersebut, adalah tanda bahwa bagi sebagian besar keluarga, KPR menjadi solusi karena harga rumah di Balikpapan berada di atas kemampuan bayar tunai. Pengembang mencatat bahwa pembeli rumah pertama umumnya memilih tenor panjang untuk menjaga besaran cicilan tetap terjangkau. Kondisi ini membuat KPR tetap menjadi cara utama dalam transaksi perumahan.
Pengembang juga menyebutkan sejumlah tantangan dalam proses pembelian rumah melalui KPR. Verifikasi berkas, penyesuaian dokumen, dan proses administrasi menjadi tahapan yang memerlukan waktu. Selain itu, kenaikan harga bahan bangunan dan biaya perizinan turut memengaruhi harga jual rumah baru.
Meski pasar residensial bergerak lebih pelan dibanding tahun-tahun sebelumnya, minat terhadap rumah tapak tidak hilang. Rumah tipe besar mencatat penjualan yang lebih baik pada akhir 2025, menunjukkan adanya segmen pembeli yang tetap aktif, terutama mereka yang membutuhkan ruang lebih luas atau memiliki kemampuan pembiayaan lebih kuat.
BI memperkirakan permintaan rumah di Balikpapan berpotensi meningkat pada 2026, mengikuti berlanjutnya pembangunan IKN tahap kedua dan aktivitas industri yang mulai bergerak. Peningkatan mobilitas pekerja diperkirakan memberi dorongan tambahan bagi pasar perumahan.
Dengan porsi KPR yang masih dominan, BI menilai pembiayaan perumahan tetap menjadi salah satu penopang penting bagi pasar properti Balikpapan.
Pewarta: Novi AbdiEditor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026