Sangatta (ANTARA) - Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur menargetkan kunjungan sebanyak 12 ribu wisatawan dalam Festival Adat dan Budaya Lom Plai pada Maret-April 2026.
“Kami ingin lebih dari tahun kemarin yang sebanyak 10.000. Kali ini kami naikkan 2.000, sehingga menjadi 12.000 pengunjung,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kutim, Ahmad Rifanie di Sangatta, Rabu (25/3).
Festival adat dan budaya Lom Plai tersebut digelar di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau. Tradisi tahunan masyarakat Dayak Wehea ini berlangsung cukup panjang, mulai 23 Maret hingga 29 April 2026.
Dia mengatakan target tersebut bakal dihitung secara akumulatif sejak awal hingga akhir rangkaian kegiatan, bukan hanya saat puncak acara.
Ia mengungkapkan lonjakan pengunjung biasanya terjadi mendekati puncak acara, yakni sekitar tiga hari sebelum dan sesudah puncak Lom Plai.
Dia menjelaskan jumlah pengunjung tidak dapat dihitung secara pasti karena festival ini tidak menerapkan sistem tiket. Akses terbuka membuat wisatawan bisa datang dari berbagai arah dan mengikuti kegiatan tanpa pembatasan.
“Karena kita tidak pakai tiket, orang dari mana saja bisa melihat itu,” katanya.
Untuk itu Dispar Kutim telah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya menerbitkan surat edaran kepada pelaku usaha, mulai dari hotel hingga rumah makan, agar bersiap menyambut lonjakan tamu.
Selain itu, pihaknya juga mendorong pemasangan spanduk dan media promosi di sejumlah titik, termasuk melibatkan perbankan, radio lokal hingga media sosial untuk promosi.
“Kita minta mereka membuat semacam informasi atau dukungan melalui media sosial mereka masing-masing,” tambahnya.
Festival Lom Plai 2026 juga semakin diperkuat dengan masuknya dalam Kharisma Event Nusantara (KEN). Status tersebut dinilai menjadi peluang meningkatkan promosi budaya Dayak Wehea di tingkat nasional.
Berbagai kegiatan pendukung pun disiapkan, seperti lomba foto, lomba video, hingga pameran UMKM. Strategi ini diharapkan mampu menarik partisipasi lebih luas, termasuk dari kalangan fotografer dan konten kreator.
“Jadi kita berharap nanti peserta-peserta lomba foto dengan video ini mereka datang ke sana. Itu salah satu strategi kita,” jelas Rifanie.
Puncak acara Festival Adat dan Budaya Lom Plai dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026 melalui ritual Bob Jengea. Namun, aktivitas festival tetap berlanjut hingga beberapa hari setelahnya dengan berbagai kegiatan tambahan.
Pewarta: Muhammad Hafif NikolasEditor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026