Samarinda (ANTARA) - Provinsi Kalimantan Timur bersama lintas sektor melakukan efisiensi rantai pasok pangan lewat aplikasi Mandau (Mekanisme Pengendalian Komoditas Utama), sebuah instrumen pemantauan dan perumusan kebijakan pengendalian inflasi yang berbasis kecerdasan buatan (AI).

Mandau merupakan sistem informasi yang terintegrasi dengan berbagai platform, guna mengelola data pangan, distribusi, hingga stok gudang untuk membantu memonitor ketersediaan pangan, perkembangan harga, dan untuk memastikan efisiensi rantai pasokan bahan pangan penting.

"Dari pengalaman selama ini, pengendalian inflasi terjaga berkat berkat pemanfaatan aplikasi ini. Terlebih adanya sinergi oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mulai provinsi maupun hingga kabupaten/kota," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Jajang Hermawan di Samarinda, Sabtu.

Melalui aplikasi ini, pemantauan dilakukan rutin baik harian maupun rata-rata mingguan, sehingga akan diketahui komoditas apa saja yang mengalami fluktuasi, stabil, dan yang inflasi.

Kemudian dari bantuan teknologi AI dapat membantu menganalisa andil per komoditas, kelompok komoditas, hingga prakiraan ke depan.

"Dalam mendukung penguatan kebijakan berbasis data, pemanfaatan aplikasi Mandau Kaltim juga dioptimalkan sebagai instrumen pemantauan dan perumusan kebijakan pengendalian inflasi yang berbasis kecerdasan buatan secara lebih responsif dan terintegrasi lintas instansi," kata Jajang.

Baca juga: Bahan pangan di Penajam terus dipantau selama Ramadhan

Ia juga mengatakan, penguatan koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Untuk itu, Jumat kemarin Bank Indonesia Kaltim bersama TPID bersama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kaltim melaksanakan High Level Meeting(HLM) dengan tema "Sinergi Menjaga Stabilitas Harga dan Mengakselarasi Digitalisasi Keuangan Daerah untuk Mewujudkan Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas".

Dalam kesempatan itu Jajang mengatakan, beberapa strategi penguatan TPID dan TP2DD Kaltim, antara lain penguatan TPID difokuskan pada komoditas yang secara historis menjadi penyumbang inflasi, khususnya pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

"Upaya pengendalian inflasi terus diperkuat melalui implementasi strategi 4K, yaitu menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif," katanya.

Sedangkan strategi penguatan TP2DD diarahkan untuk mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah. Antara lain dilakukan melalui perluasan ekosistem pembayaran digital seperti QRIS dan Kartu Kredit Indonesia (KKI), penguatan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah, serta peningkatan kualitas digitalisasi layanan pemerintah daerah.

" Perkembangan digitalisasi di Kaltim menunjukkan tren positif, tercermin dari peningkatan signifikan transaksi non-tunai, serta semakin luasnya implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. Hal ini diharapkan dapat mendorong transparansi, efisiensi, dan peningkatan kualitas tata kelola keuangan daerah," ujar Jajang.

Baca juga: Bapanas awasi pangan di Kaltim hingga April



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026