Program ini merupakan hasil kolaborasi kuat antara Pemkab Kukar dan SKK Migas melalui Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S). Pembiayaan pelatihan 100 persen ditanggung oleh SKK Migas melalui K3S tiga perusahaan yaitu PHM, PHSS, dan ENI

Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur, bekerja sama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meningkatkan keahlian mengelas bagi 13 pemuda agar siap diterima di pasar kerja.

Peningkatan keahlian mengelas ini dilakukan dalam bentuk pelatihan keahlian pengelasan (Welder) SMAW 4G di Batam, Kepulauan Riau, selama 3,5 bulan yang dimulai Desember 2025 hingga Maret 2026.

"Program ini merupakan hasil kolaborasi kuat antara Pemkab Kukar dan SKK Migas melalui Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S). Pembiayaan pelatihan 100 persen ditanggung oleh SKK Migas melalui K3S tiga perusahaan yaitu PHM, PHSS, dan ENI," kata Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Kamis.

Dalam hal ini, Pemkab Kukar bertugas melakukan seleksi dan mencari peserta, sementara pelaksanaan pelatihan dilakukan bekerja sama dengan Petrotekno sebagai lembaga tersertifikasi dan berkompeten.

Ia juga menyatakan bahwa program pelatihan ini telah berjalan selama tiga tahun terakhir atau sudah meluluskan dua kali, sehingga dapat memberikan dampak signifikan bagi peningkatan taraf hidup peserta karena telah bekerja.

"Alhamdulillah hasilnya luar biasa. Teman-teman yang mengikuti kegiatan ini sebelumnya, kini memiliki taraf kehidupan yang lebih baik. Selain dilatih, mereka juga dicarikan pekerjaan, jadi setelah selesai mereka siap kerja," katanya.

Sebelumnya, saat melepas keberangkatan 13 peserta ke Batam pada Rabu (10/12), bupati juga berpesan agar peserta tidak terburu-buru pulang setelah mengikuti pelatihan, mengingat peluang kerja di Batam juga sangat besar sebagai tenaga welder.

Sementara itu, Kabid Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja yang juga Plt Sekretaris Distransnaker Kabupaten Kukar Lukman mengatakan bahwa tahun ini sebanyak 13 peserta diberangkatkan ke Batam untuk mengikuti pelatihan intensif selama tiga setengah bulan.

"SMAW 4G adalah sertifikasi tingkat tinggi yang membutuhkan keterampilan khusus. Metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW) pada posisi 4G (overhead) merupakan posisi paling menantang, karena pengelasan dilakukan dari bawah ke atas pada benda kerja yang berada di atas kepala pengelas," kata Lukman.

Mengingat durasi pelatihan yang cukup panjang, pihaknya tidak hanya menargetkan peserta memperoleh pembekalan keterampilan dan sertifikat, tetapi juga berupaya agar mereka dapat tersalurkan ke dunia usaha atau bekerja sesuai dengan kejuruan yang dimiliki.



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026