Sangatta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah mempercepat realisasi penyerapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), jelang akhir tahun 2025, karena dinilai masih lambat, baru terserap sekitar 51,69 persen.
"Bupati memberikan sejumlah instruksi penting kepada seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), untuk memastikan seluruh pekerjaan fisik dan konsultansi selesai paling lambat pada 22 Desember 2025," kata Asisten II Pemkab Kutim Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviari Noor, di Sangatta, Rabu (10/12).
Ia menegaskan rapat koordinasi capaian APBD triwulan IV tahun 2025, bukan untuk mencari kelemahan perangkat daerah, tetapi untuk memastikan realisasi fisik dan keuangan berjalan sesuai target.
Noviari mengatakan apabila hingga batas waktu tersebut pekerjaan belum tuntas maka pembayaran wajib dilakukan sesuai progres fisik. Perangkat daerah tidak diperkenankan adanya penambahan waktu pekerjaan melalui addendum kontrak.
Ia juga menekankan kepada setiap organisasi perangkat daerah agar tidak ada kegiatan yang terhutang, seperti terjadi pada tahun 2023 dan 2024.
Sementara itu Kepala Bagian Administrasi pembangunan Pemkab Kutim, Insan Bowo mengungkapkan realisasi penyerapan anggaran tahun 2025 baru 50 persen lebih terwujud.
"Realisasi penyerapan anggaran rata-rata perangkat daerah baru mencapai 51,69 persen, sementara realisasi fisik berada pada angka 60,25 persen," ucapnya.
Bowo menuturkan semua organisasi perangkat daerah dalam rapat capaian realisasi harus memastikan konsistensi pelaksanaan kegiatan dengan dokumen perencanaan daerah.
Ia juga meminta setiap OPD untuk mendeteksi dini berbagai kendala, serta menjamin target capaian dari segi waktu, mutu, maupun hasil.
"Evaluasi ini penting untuk menilai progres kinerja perangkat daerah menjelang akhir tahun anggaran," tuturnya.
Menurutnya, dengan APBD Perubahan tahun 2025 sebesar Rp9,99 triliun, maka setiap OPD bertanggung jawab atas pembangunan daerah.
Bowo juga menekankan setiap OPD untuk melakukan percepatan dan memaksimalkan penyelesaian program sesuai rencana.
"Kami berikan penekanan kepada setiap OPD untuk terus melakukan realisasi pembangunan sampai akhir penutupan anggaran tahun 2025," katanya.
