Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berupaya menekan angka pengangguran dengan sejumlah program yang dapat membantu pencari kerja mendapatkan pekerjaan, di antaranya meningkatkan kompetensi para pencari kerja.
"Pemerintah kabupaten terus berupaya menekan angka pengangguran di daerah ini melalui berbagai program," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Penajam Paser Utara Marjani ketika ditanya menyangkut pengangguran di Penajam, Jumat.
Pemerintah kabupaten memprogramkan sejumlah kegiatan untuk membantu pencari kerja yang telah memiliki kartu kuning atau kartu tanda bukti pendaftaran pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara setiap tahun memprogramkan pemberian pelatihan agar pencari kerja yang telah memiliki kartu kuning atau kartu tanda bukti pendaftaran pencari kerja tersebut mendapatkan pekerjaan.
Pemerintah kabupaten membiayai pelatihan dan sertifikasi bagi pencari kerja. Pencari kerja akan punya kesempatan lebih besar untuk dapat pekerjaan setelah ikut pelatihan dan bersertifikasi.
Program pelatihan dan sertifikasi dilakukan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara agar pencari kerja memilik kualifikasi kebutuhan lapangan kerja, terutama untuk mengisi kesempatan kerja di Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Setiap tahun kami memberikan pelatihan kepada pencari kerja agar kompetensi tenaga kerja sesuai yang dibutuhkan perusahaan," katanya.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara setiap tahun juga menggelar bursa kerja agar masyarakat di kabupaten yang dikenal Benuo Taka itu dapat mengakses langsung lowongan pekerjaan. Selain itu, menggandeng perusahaan yang beroperasi di kabupaten setempat agar merekrut warga sekitar, diharapkan mampu menyerap tenaga kerja secara maksimal.
Payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja juga diterapkan, yang mewajibkan perusahaan untuk mengisi lowongan pekerjaan tenaga kerja atau pekerja atau buruh lokal minimal 80 persen.
Angka pengangguran masih tinggi, saat ini pencari kerja yang memiliki kartu kuning terdata sebanyak 2.283 orang. Pada 2024, terdata 2.128 orang, peningkatan dipengaruhi kompetensi tenaga kerja belum sesuai kebutuhan perusahaan dan minimnya lowongan pekerjaan (loker).
