Samarinda (ANTARA) - Intervensi stabilisasi harga oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Kalimantan Timur (TPID Kaltim) bersama kabupaten/kota berhasil menekan kenaikan harga, tercermin dari inflasi daerah ini pada November 2025 di level 0,41 persen ketimbang bulan sebelumnya.
"Langkah pengendalian inflasi Kaltim terus diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) oleh TPID Kaltim dan TPID kabupaten/kota," ujar Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kaltim Budi Widihartanto di Samarinda, Senin.
Sedangkan untuk memastikan keterjangkauan harga, TPID kabupaten/kota secara konsisten melaksanakan gerakan pangan murah dan operasi pasar sebagai bentuk intervensi stabilisasi harga.
"Pada November kemarin tercatat dilakukan sebanyak 65 kali Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan(SPHP) bersama Bulog di Kaltim," kata Budi yang juga Wakil Ketua I TPID Kaltim ini.
Sementara itu, TPID Kabupaten Kutai Barat menggelar beberapa kali pasar murah untuk menjaga harga bahan pokok tetap terjangkau, diikuti TPID Kutai Timur yang menggelar operasi pasar guna menstabilkan pasokan dan harga pangan.
Upaya serupa juga dilakukan TPID Kabupaten Kutai Kartanegara dan TPID Kota Samarinda melalui sejumlah operasi pasar murah, bertujuan mengurangi kesenjangan harga di tingkat konsumen sekaligus memastikan ketersediaan komoditas utama.
Komunikasi efektif, koordinasi antar TPID se-Kaltim terus dilakukan melalui rapat teknis maupun High Level Meeting (HLM) untuk mengambil langkah konkrit upaya pengendalian inflasi.
"Harga-harga di Kaltim pada November kemarin tetap terkendali, tercermin dari inflasi tahunan Kaltim yang masih berada dalam target rentang dan lebih rendah dibandingkan nasional," katanya.
Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim pada November 2025 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,41 persen (mtm), inflasi tahunan sebesar 2,28 persen (yoy), dan inflasi tahun kalender tercatat 1,96 persen (ytd).
Secara bulanan, lanjut ia, IHK Kaltim pada November mengalami tekanan lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi bulan sebelumnya yang tercatat 0,01 persen (mtm).
Meski meningkat, realisasi inflasi Kaltim secara tahunan (yoy) tercatat masih lebih rendah dibandingkan dengan realisasi nasional yang mengalami inflasi sebesar 2,72 persen (yoy).
