Balikpapan (ANTARA) - Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat posisi kota minyak sebagai destinasi unggulan sport tourism alias wisata olahraga di Kalimantan Timur. Letaknya yang strategis sebagai pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) memberi peluang besar untuk mengembangkan sektor olahraga dan pariwisata secara terpadu.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporpara) Kota Balikpapan, Cokorda Istri Ratih Kusuma, menyatakan bahwa wisata olahraga bukan sekadar penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga penggerak ekonomi lokal yang berdampak langsung pada pelaku UMKM dan sektor jasa.
“Melalui event olahraga, para atlet, pelatih, dan ofisial yang datang tidak hanya berkompetisi, tetapi juga membelanjakan uang untuk akomodasi, kuliner, suvenir, hingga transportasi. Ini memberi dampak ganda yang nyata,” kata Ratih.
Balikpapan bukan pendatang baru dalam dunia olahraga. Sejak era Wali Kota Imdaad Hamid, kota ini telah menempatkan olahraga sebagai bagian dari pembangunan strategis. Keberadaan klub sepakbola Persiba dengan prestasi yang cukup signifikan di Liga Indonesia ketika itu memastikan Balikpapan jadi satu kota tujuan untuk menonton sepakbola berkualitas.
Stadion Tenis megah di Jalan Letkol Pol Asnawi Arbain juga pernah menjadi tuan rumah seri kejuaraan internasional WTA Women’s Circuit, menggantikan venue sebelumnya di lapangan tenis Bukit Damai Sentosa. Di luar arena formal, komunitas lari lintas alam seperti klub-klub hash rutin menggelar event nasional dan internasional, memperkuat citra kota sebagai ruang terbuka bagi gaya hidup aktif.
Warisan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 juga masih terasa. Balikpapan memiliki venue dayung yang hingga kini digunakan untuk latihan dan kompetisi regional, serta arena menembak berstandar internasional yang menjadi rujukan atlet dari berbagai daerah.
Dalam kesinambungan itu, sejumlah kejuaraan olahraga nasional juga rutin digelar di Kota Minjak, seperti bulutangkis dan lomba lari oleh Bayan Group
Ada pula kejuaraan pickleball 2025 yang baru saja berakhir ini diikuti peserta dari berbagai daerah dan berlangsung meriah. Meski tergolong baru, olahraga pickleball dinilai inklusif dan menyenangkan, serta mulai digemari masyarakat kota.
“Kompetisi ini bukan hanya ajang adu ketangkasan, tetapi juga wujud semangat persatuan dan gaya hidup sehat,” tambah Ratih.
Pemerintah Kota Balikpapan juga menyiapkan infrastruktur baru pendukung sport tourism. Sejumlah fasilitas olahraga tengah ditingkatkan, seperti lintasan lari di Stadion Batakan dan penataan kawasan Gedung Kesenian menjadi pusat kegiatan olahraga dan rekreasi masyarakat. (Adv)
