Balikpapan (ANTARA) - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan, Adamin Siregar menyatakan bahwa Pemerintah Kota Balikpapan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja sebagai fondasi menjaga iklim usaha tetap produktif dan berkelanjutan.
“Jika pemerintah, perusahaan, dan pekerja solid, maka produktivitas meningkat, stabilitas usaha terjaga, dan kesejahteraan masyarakat bisa terus didorong,” katanya di Balikpapan, Jumat, (14/11).
Pernyataan itu disampaikan Adamin dalam Sosialisasi Ketenagakerjaan dan Bimbingan Teknis Pengupahan yang diikuti perwakilan perusahaan, serikat pekerja, akademisi, serta lembaga terkait.
Kegiatan tersebut bertujuan menyeragamkan pemahaman mengenai regulasi ketenagakerjaan, mulai dari aspek normatif, perlindungan tenaga kerja, hingga mekanisme penyelesaian perselisihan.
Dikemukakannya, Balikpapan sendiri tengah menghadapi dinamika baru seiring meningkatnya investasi dan pembangunan infrastruktur, termasuk kedekatan dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi tersebut menuntut adanya hubungan industrial yang sehat agar iklim usaha tetap terjaga.
Ia menilai sinergi antar-pihak menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan tersebut.
Selain itu, Disnaker juga mendorong perusahaan untuk lebih proaktif dalam melaksanakan kewajiban normatif, termasuk pengupahan sesuai aturan. Dengan kepatuhan yang tinggi, hubungan industrial akan lebih stabil dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Adamin mengungkapkan, sepanjang 2025, Disnaker Balikpapan mencatat sejumlah perselisihan hubungan industrial, mayoritas terkait keterlambatan pembayaran upah dan perjanjian kerja di sektor konstruksi.
Lanjutnya, beberapa kasus berhasil diselesaikan melalui mediasi tripartit, sementara sebagian lainnya harus dilanjutkan ke Peradilan Hubungan Industrial (PHI). Catatan ini menunjukkan pentingnya sinergi antar-pihak agar konflik tidak berlarut dan iklim usaha tetap kondusif.
Ia berharap iklim usaha di Kota Balikpapan selalu kondusif, sehingga perlu lebih sering dilaksanakan kegiatan sosialisasi karena dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja. Dengan sinergi yang kuat, Balikpapan diharapkan mampu menjaga iklim usaha yang sehat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Adv)
