Samarinda (ANTARA) - Bank Indonesia Kalimantan Timur (BI Kaltim) gencar melakukan sosialisi 5J untuk perlindungan data, salah satunya data dalam QRIS, karena kode pembayaran non-tunai ini terus digemari masyarakat sehingga kini sudah lebih 813.000 pengguna QRIS di Kaltim.
"Selain gencar melakukan sosialisasi manfaat dan keunggulan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), bersamaan dengan itu pun kami sosialisasikan 5J untuk perlindungan agar data QRIS tidak bocor," kata Deputi Kantor Perwakilan BI Kaltim, Bayuadi Hardiyanto di Samarinda, Jumat.
Adapun 5J yang harus diterapkan agar aman dari phising itu adalah, Jangan asal klik link, Jangan bagikan OTP, PIN, atau password, Jangan langsung percaya sebelum memastikan akun resmi, Jangan percaya informasi apapun tapi harus verifikasi dahulu, dan Jangan biarkan data bocor.
Untuk memastikan data tidak bocor, maka pengguna harus mengaktifkan 2FA, yakni metode keamanan manajemen identitas dan akses yang memerlukan dua bentuk identifikasi dalam mengakses sumber daya serta data.
Hal ini penting karena dengan 2FA, maka pengguna atau pelaku bisnis dapat memantau dan membantu melindungi informasi maupun jaringan yang paling rentan sekalipun.
Dalam sosialisasi yang dilakukan, hal penting yang terus menjadi penekanan BI Kaltim adalah "Jaga data, lindungi dana. Awas! phising bisa mencuri data".
"Kami rutin melakukan sosialisasi untuk perlindungan konsumen. Dulu yang sering adalah sosialisasi terkait uang palsu, tapi sekarang yang paling sering sosialisasi tentang kemungkinan penyalahgunaan QRIS, QRIS palsu, scammer, dan lainnya, makanya kami terus kuatkan literasi ke masyarakat," kata Bayuadi.
Literasi yang kerap dilakukan seperti ke sekolah-sekolah, kelompok masyarakat, kalangan bisnis, baik pebisnis sekala besar maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar mereka terhindar dari penipuan baik dalam bentuk phising maupun scam.
Ia melanjutkan, untuk manfaat dan keunggulan QRIS tentu sangat banyak, seperti penurunan risiko rugi karena tidak mungkin menerima pembayaran dengan uang palsu, transaksi tercatat otomatis dan bisa dilihat jejak transaksinya.
Kemudian terbangunnya profil kredit, sehingga hal ini menjadi peluang untuk mendapat modal kerja menjadi lebih besar bagi pebisnis, dengan kata lain, pebisnis dapat dengan mudah mengembangkan usaha seiring kepercayaan akses modal.
Manfaat lainnya adalah memudahkan pembayaran tagihan, retribusi, pembelian barang secara non-tunai tanpa meninggalkan toko, sehingga pengguna QRIS memiliki waktu banyak untuk melakukan kegiatan lain.
"Transaksi menggunakan QRIS lebih cepat dan lebih aman. Kalau pakai uang tunai kan biasanya pakai kembalian yang membutuhkan waktu lama. Terus uang tunai berisiko mengandung banyak kuman karena selalu pindah dari tangan satu ke tangan lain, jadi penggunaan QRIS tentu lebih higienis," kata Bayuadi.
