Balikpapan (ANTARA) -
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan menilai ketersediaan armada pemadam kebakaran saat ini masih dalam kondisi cukup untuk menunjang kebutuhan operasional. Namun, pemeliharaan dan peremajaan unit tetap menjadi perhatian utama agar seluruh kendaraan selalu siap digunakan dalam situasi darurat.
“Saat ini kami bisa menyatakan cukup untuk mobil Damkar, hanya saja pemeliharaan memang perlu kami tingkatkan," kata Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, Jumat.
Ia menuturkan bahwa pihaknya terus memperkuat kesiapsiagaan dengan meningkatkan perawatan armada secara berkala serta menyiapkan rencana penambahan unit dan fasilitas pendukung. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keandalan sistem penanggulangan kebakaran di tengah dinamika pertumbuhan kota.
Usman mengatakan selain peningkatan pemeliharaan, BPBD juga tengah mempersiapkan pembangunan pos pemadam kebakaran baru dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Penambahan pos dirancang untuk menyesuaikan dengan pesatnya perkembangan kawasan permukiman, terutama di wilayah utara dan timur Balikpapan.
“Masyarakat sekarang sudah banyak yang bermukim di daerah utara dan timur Balikpapan. Jadi kami merencanakan pembangunan pos baru di titik-titik tersebut agar respon penanganan bisa lebih cepat,” ujarnya.
Meski demikian Usman juga menyoroti kebutuhan mendesak akan pembaruan armada mobil Skylift, yaitu kendaraan pemadam yang dilengkapi tangga khusus untuk evakuasi dan pemadaman di gedung bertingkat. Saat ini, Balikpapan memiliki dua unit Skylift, namun satu di antaranya sudah tidak berfungsi optimal dan memerlukan perbaikan atau penggantian.
“Skylift ini sangat penting untuk membantu pertolongan di bangunan tinggi. Saat ini kita masih punya dua unit, tapi satu di antaranya rusak. Jadi memang sudah waktunya dilakukan pembaruan,” imbuhnya.
Ia menjelaskan kendaraan Skylift yang dimiliki BPBD memiliki jangkauan tangga maksimal sekitar 32 meter, yang dinilai masih sesuai dengan kebutuhan kota. Mayoritas bangunan di Balikpapan berada di bawah ketinggian tersebut. Penambahan tangga dengan jangkauan lebih tinggi belum memungkinkan karena bobot kendaraan harus disesuaikan dengan kapasitas jalan di Balikpapan.
Usman mencontohkan, kota besar seperti Surabaya memiliki unit Skylift dengan jangkauan hingga 100 meter, namun infrastruktur jalan di sana mendukung penggunaan kendaraan berbobot besar. Sementara Balikpapan masih perlu menyesuaikan kondisi jalan sebelum menghadirkan unit serupa.
Dengan rencana penambahan pos, peningkatan pemeliharaan armada, serta pembaruan kendaraan khusus, BPBD berharap sistem penanggulangan kebakaran di Balikpapan semakin tangguh dan responsif.
"Penguatan kapasitas ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat dari risiko bencana," katanya.(Adv)
