Samarinda (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur (Disdikbud Kaltim) menyinergikan tiga pilar utama sebagai strategi komprehensif untuk mendongkrak capaian Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) di daerah tersebut.
"Untuk meningkatkan IPK di Kalimantan Timur, diperlukan pendekatan strategis berbasis data, penguatan sumber daya manusia dan kelembagaan, serta sinergi lintas sektor," ujar Sekretaris Disdikbud Kaltim Rahmat Ramadhan di Samarinda, Minggu.
Pada Rapat Koordinasi Penyiapan Bahan Kebijakan Peningkatan IPK Kaltim, yang diinisiasi oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Rahmat menjelaskan bahwa fokus utama ke depan adalah memastikan setiap komponen kebudayaan dapat terintegrasi secara utuh.
Integrasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari pelestarian warisan budaya, pemanfaatan potensi kebudayaan hingga pengelolaan yang profesional.
"Semua elemen tersebut harus masuk dalam sistem pembangunan daerah yang berkelanjutan," tegas Rahmat.
Pendekatan berbasis data, menurutnya, menjadi pilar krusial untuk memetakan potensi serta tantangan secara akurat dan terukur. Selanjutnya, penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan budaya dipandang sebagai motor penggerak utama dalam implementasi kebijakan di lapangan.
Pilar ketiga adalah sinergi lintas sektor yang solid, untuk memastikan upaya kemajuan kebudayaan tidak berjalan parsial atau tumpang tindih.
Disdikbud Kaltim terus membangun kolaborasi nyata antara pemerintah, lembaga kebudayaan, akademisi, dan para pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi ini, lanjut Rahmat, untuk mendorong kemajuan kebudayaan di Kalimantan Timur secara lebih terstruktur dan masif.
Pada akhirnya, upaya bersama ini bertujuan memperkuat posisi budaya sebagai fondasi utama pembangunan manusia.
"Target jangka panjangnya adalah mewujudkan masyarakat Kaltim yang berkarakter kuat, memiliki identitas budaya yang jelas, serta mampu berdaya saing di tingkat global," demikian Rahmat.
