Balikpapan (ANTARA) - Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menekankan bahwa Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser perlu terus bersinergi, bekerjasama lebih erat lagi untuk menciptakan rantai pasokan pangan yang solid dalam menghadapi pertumbuhan penduduk yang kian pesat, termasuk juga dalam menghadapi program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Bagus, Balikpapan tidak bisa berdiri sendiri dalam memenuhi kebutuhan pokok warganya. “Kita berharap suplai dari daerah sekitar bisa memperkuat ketersediaan stok di Balikpapan, apalagi kebutuhan masyarakat terus bertambah,” ujarnya.
Ia mengatakan berdasarkan data konsumsi per kapita dan jumlah penduduk, kebutuhan beras Balikpapan diperkirakan menembus 68 ribu ton per tahun. Angka ini belum termasuk lonjakan permintaan dari program MBG yang menjangkau sekitar 135 ribu pelajar di 63 sekolah. Bagus menyoroti potensi tekanan pasar jika pelaksanaan MBG tidak disertai penguatan pasokan bahan baku.
“Kalau semua penerima manfaat MBG membeli bahan baku di pasar tanpa strategi pasokan, pasar bisa terguncang. Kita harus siapkan rantai pasok dengan baik,” tegasnya.
Bagus mengemukakan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) merupakan salah satu produsen beras utama di Kalimantan Timur, dengan panen sekitar 6.000 ton beras dari 7.900 hektare lahan produktif pada Maret–April 2025. Sementara Kabupaten Paser mampu menyuplai telur dan daging ayam. Namun, belum ada sistem distribusi terpadu antarwilayah yang menjamin kelancaran pasokan. Bagus menilai sinergi lintas daerah harus dibangun sejak sekarang agar tidak terjadi kekosongan stok saat program nasional berjalan penuh.
Balikpapan masih memiliki lahan pertanian di bagian timur laut yaitu di kawasan Bukit Sinjai dan Gunung Binjai, Kelurahan Teritip. Lahan seluas 97 hektare di Gunung Binjai sudah menghasilkan gabah kering panen sekitar 4,6 ton per hektare, meski sebagian besar masih bergantung pada tadah hujan. Kodam VI/Mulawarman juga mengelola 90 hektare lahan pertanian terpadu yang mencakup pertanian, peternakan, dan perikanan.
Pemerintah menyiapkan dukungan berupa benih, pupuk, dolomit, dan pembangunan jalan usaha tani sepanjang 2,5 kilometer untuk memperlancar distribusi hasil panen.
Bagus kembali menegaskan bahwa penguatan sektor pangan tidak cukup jika hanya mengandalkan pemerintah.
Oleh karena itu, Ia mendorong pelaku usaha untuk terlibat dalam produksi pangan, bukan hanya bergerak di sektor perdagangan ritel. Menurutnya, penguatan sektor pangan harus dibangun bersama, agar pasar Balikpapan yang luas ini juga dapat dinikmati oleh petani Balikpapan sendiri. (Adv)
