Mahulu, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, menyebut menjaga keseimbangan lingkungan dalam membangun, karena disadari bahwa ekosistem yang lestari merupakan modal untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
"Pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan untuk kelancaran ekonomi, pemerintahan, dan simbol keterhubungan sosial, sehingga ekosistem pun harus dijaga tetap lestari," kata Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Angela Idang Belawan di Mahulu, Jumat.
Di antara pembangunan yang memperhatikan kelestarian ekosistem ini, kata dia, adalah rencana pembangunan akses Jalan Ujoh Bilang (Ibu Kota Mahulu) yang menghubungkan Kawasan Strategis Perkantoran Mahulu.
Rencana pembangunan tersebut, lanjut dia, dua hari lalu sudah dipaparkan tim yang diinisiasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat melalui Laporan Akhir Kajian Individu Penyusunan Dokumen Teknis Pembangunan Infrastruktur Jalan, Utilitas, dan Lanskap Kawasan Strategis Perkantoran Mahulu.
"Jalan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat. Dari sanalah hasil bumi Mahulu bergerak, perdagangan tumbuh, dan pelayanan publik dapat menjangkau semua lapisan masyarakat," ujar Angela.
Untuk itu kajian teknis yang telah disusun tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat fungsi ibu kota kabupaten sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan publik.
Melalui dokumen teknis yang komprehensif, kata dia, pembangunan akan mencakup perencanaan jaringan jalan, integrasi utilitas, dan penataan lanskap kawasan dengan karakter khas Mahulu alami, rapi, dan berwawasan lingkungan.
Sejumlah ruas utama yang menjadi fokus pembenahan seperti Simpang Long Melaham–Simpang Budaya, Simpang Budaya–Simpang Tikah, Simpang Raisa menuju kawasan perkantoran, hingga jalan utama dan jalan lingkungan dalam area perkantoran.
Setiap ruas, lanjut Bupati, akan dianalisis menyeluruh untuk memastikan kelayakan geometrik, daya dukung tanah, sistem drainase, keterpaduan dengan jaringan air bersih, listrik, dan telekomunikasi.
"Pendekatan pembangunan diarahkan pada keberlanjutan dan keseimbangan antara modernisasi dan kelestarian lingkungan. Dengan tata jalan yang terencana, utilitas yang terintegrasi, dan lanskap yang tertata, kawasan perkantoran akan menjadi etalase tata ruang daerah yang efisien, berdaya saing, dan mencerminkan identitas lokal," katanya.
Ia menyebut pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun jalan, tetapi membangun harapan, membuka keterhubungan, dan menghadirkan pemerataan bagi seluruh masyarakat Mahulu.
"Jalan yang dibangun merupakan akses menuju masa depan, dari hutan ke perkotaan, dari perbatasan ke pusat pemerintahan. Semua demi kesejahteraan rakyat. Ini merupakan komitmen pemda menjadikan pembangunan sebagai pengabdian nyata bagi kemajuan daerah dan kejayaan bangsa," kata Angela.
