Balikpapan (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan meluncurkan program Balikpapan Connectivity (B-Connect) sebagai upaya menata sistem transportasi yang modern, terintegrasi, dan efisien di kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut.
Kepala Dishub Balikpapan Muhammad Fadli Patturrahman mengatakan, B-Connect dirancang sebagai kerangka strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di kalangan masyarakat.
“B-Connect kami desain sebagai instrumen perubahan sistemik untuk memastikan arus kendaraan bergerak lancar, aman, dan bebas gangguan, khususnya dari praktik parkir yang tidak sesuai aturan,” ujarnya di Balikpapan, Jumat (31/10).
Langkah awal penerapan B-Connect dimulai dengan pemasangan rambu lalu lintas dan plang informasi baru di sejumlah titik strategis kota. Upaya tersebut diharapkan menjadi edukasi langsung bagi masyarakat agar tertib berlalu lintas menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.
“Perubahan budaya harus dimulai dari ruang publik. Rambu dan plang bukan sekadar simbol, tetapi sinyal awal pembiasaan baru di jalan,” jelasnya.
Tahap perdana penataan difokuskan pada jalur Simpang Beller hingga Simpang Roti Tiam, yang dinilai vital bagi pergerakan warga. Kawasan ini juga masuk dalam penetapan Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) tahap dua di Jalan MT Haryono.
Fadli menjelaskan, pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada urgensi tinggi dalam manajemen lalu lintas serta potensi menjadi percontohan bagi kawasan lain di Balikpapan.
“B-Connect bukan program jangka pendek, melainkan strategi progresif yang menjadi fondasi tata kelola transportasi kota modern,” katanya.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Polresta Balikpapan dan Ditlantas Polda Kaltim melalui Forum Lalu Lintas, sebagai wadah koordinasi lintas sektor yang memastikan kebijakan berjalan efektif.
Penegakan hukum juga akan diperkuat di titik-titik rawan pelanggaran, terutama terhadap parkir ilegal dan juru parkir tidak resmi yang selama ini menjadi kendala kelancaran arus kendaraan.
“Kami ingin penataan ini tidak hanya menjadi simbol, tapi juga sistem yang menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” ujar Fadli menambahkan.
Ia berharap, implementasi B-Connect dapat mengubah cara pandang masyarakat bahwa tertib berlalu lintas bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan bersama untuk mobilitas yang lebih mudah dan aman.
“Melalui B-Connect, Balikpapan siap menuju kota modern yang ramah pengguna jalan, efisien, dan menjadi contoh bagi kota-kota penyangga IKN lainnya,” tutupnya.(Adv)
