Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, bersama Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) setempat berkolaborasi memajukan pendidikan anak agar makin cerdas untuk menyongsong Indonesia emas 2045.
"Ada berbagai cara yang dilakukan dalam kerja sama dengan Bunda PAUD ini, mengajak orang tua lebih peduli terhadap anak, kemudian menggelar Parenting School ke PAUD dan SD di semua (20) kecamatan," kata Plt Sekretaris Disdikbud Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Pujianto di Tenggarong, Kamis.
Sejak bulan lalu hingga sekarang sudah lebih dari setengah kecamatan di Kukar yang telah dilakukan dua kegiatan tersebut, antara lain Kecamatan Tenggarong, Muara Wis, Kota Bangun, Kota Bangun Darat, dan Kecamatan Muara Jawa.
"Seperti pada parenting school yang digelar Muara Jawa, Selasa, dua hari lalu yang dihadiri oleh Bunda PAUD Kukar Ibu Andi Deezca Pravidhia Aulia, sekaligus memperkenalkan program unggulan PAUD Kukar bertajuk Anak Etam (Aksi Nyata Kolaborasi Tangguh Majukan PAUD Bermutu) sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan PAUD secara berkelanjutan di seluruh kecamatan," katanya.
Pada tahun ajaran 2025/2026, katanya, jumlah anak usia dini di Kukar yang sudah masuk PAUD sebanyak 64 persen, sehingga menyisakan 36 persen yang belum terdaftar, sehingga adanya inovasi Anak Etam dapat meningkatkan mutu, sekaligus meningkatkan partisipasi PAUD dengan melibatkan semua pemangku kepentingan.
Sementara Ketua Kelompok Kerja PAUD Kabupaten Kukar Maria Ester mengatakan parenting school yang digelar secara berkelanjutan ini sejalan dengan program pemerintah, yakni mendukung program wajib belajar.
"Sebagaimana diketahui bersama bahwa program pemerintah adalah wajib belajar 13 tahun, dimulai dengan satu tahun wajib anak berada di PAUD atau prasekolah dasar. Dari 10 program yang kami lakukan, salah satunya adalah Aksi 3D (Data, Datangi, dan Daftarkan)," ujar Maria.
Ia tegaskan pentingnya peran keluarga dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak usia dini, sehingga seluruh pihak harus bekerja sama memajukan Program Anak Etam.
"Melalui Program Anak Etam, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai pemerintah, lembaga PAUD, guru, hingga orang tua untuk berkolaborasi dalam memajukan pendidikan anak usia dini. Anak-anak kita adalah investasi masa depan, maka menjadi tanggung jawab semua untuk mendidik mereka," katanya.
