Samarinda (ANTARA) - Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) menggandeng pemerintah kabupaten dan swasta atau perusahaan perkebunan untuk mencegah kebakaran lahan dan kebun (karlabun), demi terwujudnya pembangunan berkelanjutan untuk kesejahteraan pekebun.
Untuk kerja sama dengan dinas perkebunan di kabupaten dilakukan pembinaan terhadap kelompok tani peduli api (KTPA), sedangkan kerja sama dengan perusahaan diantaranya mengajak mereka turut membina KTPA, termasuk melakukan pemantauan sistem sarana dan prasarana pengendalian karlabun pada perusahaan.
"Kami terus melakukan pembinaan terhadap KTPA di desa-desa maupun kelurahan baik pelatihan maupun papan nama. Sedangkan untuk bantuan alat pemadaman, ada yang dari kabupaten, perusahaan perkebunan, dan dari provinsi," kata Kepala Bidang Perkebunan Berkelanjutan Asmirilda di Samarinda, Rabu.
Ia menjelaskan, ini merupakan upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karlabun, yakni melalui kolaborasi antara Tim Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun (Dalkarlabun) Disbun Kaltim dengan berbagai pihak.
Salah satu yang dilakukan seperti pekan lalu, pihaknya melakukan pembinaan kesiapsiagaan Dalkarlabun ditambah dengan penyerahan bantuan papan nama untuk sembilan KTPA di dua kabupaten, yakni Kutai Timur dan Kabupaten Berau.
"Di Kutai Timur ada enam KTPA yang menerima bantuan, yaitu KTPA Rantau Panjang, KTPA Lung Melah, KTPA Marah Halaq, KTPA Long Segar, KTPA Muara Pantun, dan KTPA Jug Ayaq," katanya.
Sementara di Kabupaten Berau terdapat tiga KTPA yang mendapatkan bantuan serupa, meliputi KTPA Kampung Tembudan, KTPA Kampung Harapan Maju, dan KTPA Tumit Melayu.
Ia melanjutkan, papan nama ini mungkin tampak sederhana, namun memiliki makna penting sebagai identitas sekaligus simbol kesiapsiagaan KTPA di lapangan, karena ia ingin kelompok ini tidak hanya aktif di atas kertas, tetapi benar-benar siap bergerak cepat ketika terjadi indikasi kebakaran.
Asmirilda berharap KTPA yang berlokasi di daerah rawan kebakaran dapat menjadi ujung tombak dalam sistem deteksi dini dan penanganan kebakaran di wilayah perkebunan. Termasuk menekankan pentingnya sinergi antara petani, perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar dalam menjaga lahan perkebunan agar tetap aman dan produktif.
