Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur, membangun kolaborasi dengan banyak pihak sebagai upaya membudayakan gaya hidup bersih dan sehat, dengan membuang sampah pada tempatnya hingga mengelola sampah menjadi produk berharga.
Hal ini menjadi penekanan karena produksi sampah di Kukar rata-rata 0,49 kilogram per orang per hari, dengan produksi terbanyak di Kecamatan Tenggarong, terlihat di salah satu tempat pembuangan akhir (TPA) yakni TPA Bekotok Tenggarong yang menerima sekitar 85 ton sampah setiap hari.
"Untuk itu, dinas terkait perlu terus menggandeng semua elemen dalam melakukan penguatan kesadaran dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam pengelolaan sampah untuk mengurangi beban TPA dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat," ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar Sunggono di Tenggarong, Ahad.
Bentuk lain yang harus terus digelorakan adalah menggalakkan program pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah tangga, terutama peran ibu rumah tangga sebagai ujung tombak untuk memilah sampah organik dan anorganik sebelum dibuang ke tempat sampah.
Terkait dengan upaya ini, Sunggono pun mengapresiasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, karena telah menggelar pertemuan untuk menyusun kebijakan pengelolaan sampah yang melibatkan semua instansi daerah, lembaga, camat, lurah maupun kepala desa.
Baca juga: DPRD Kabupaten Penajam fokus tingkatkan kebersihan lingkungan
"Dalam pengelolaan sampah, telah terbit beberapa ketentuan, seperti Perda Nomor 04/2014 tentang Pengelolaan Sampah. Ada pula surat keputusan dan surat edaran bupati yang memberikan kepastian hukum, kejelasan tanggung jawab, peran masyarakat dan dunia usaha, sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan efektif," katanya.
Sementara Kepala DLHK Kukar Slamet Hadi Raharjo mengatakan, permasalahan sampah bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga persoalan tata kelola dan kesadaran kolektif, sehingga ia terus memperkuat sinergi antara pemangku kepentingan melalui kebijakan yang terintegritas.
"Program dedikasi jaga lingkungan lestari menjadi langkah strategis dalam membangun budaya bersih dan ramah lingkungan. Dalam konteks ini, penyusunan kebijakan pengelolaan sampah sangat penting agar program ini makin kuat dengan dukungan dan keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat mulai perkotaan hingga pedesaan," kata Slamet.
DLHK Kukar, lanjut ia, kini memfokuskan beberapa hal, seperti membangun kolaborasi antar-instansi dan antar-sektor, memetakan peran tiap pihak agar pelaksanaan program berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran, merumuskan kebijakan daerah yang responsif dan adaptif, sesuai dengan kondisi lokal serta perkembangan regulasi nasional.
Baca juga: DLH Balikpapan: Volume sampah meningkat selama Ramadhan
