Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah dan ulama merupakan hal penting, karena untuk mewujudkan warga yang sejahtera dan bahagia melalui berbagai pembangunan yang berjalan lancar.
"Sinergi antara pemerintah dan ulama menjadi kunci keberhasilan pembangunan, yakni pemerintah bertugas menyejahterakan rakyat melalui berbagai program, sementara ulama membimbing dan membangun akhlak umat," kata Asisten III Setkab Kukar Dafip Haryanto saat Safari Subuh di Tenggarong, Selasa.
Ia melanjutkan, keduanya (pemerintah dan ulama) harus berjalan beriringan dan saling mendukung untuk mewujudkan masyarakat Kukar yang tidak hanya maju secara materi, tetapi juga mulia dalam akhlak dan takwa sehingga kesejahteraan dan kebahagiaan bisa tercapai.
Safari Subuh Pemkab Kukar ini dilakukan di Masjid Al-Hikmah Muhammadiyah Tenggarong, sehingga ia mengucapkan terima kasih kepada pengurus masjid yang telah menjadi tuan rumah dengan baik.
Bahkan pihaknya juga mengaku mendapatkan kehormatan, karena dalam giat ini diisi ceramah oleh K.H. Muhammad Jazir, selaku Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Baca juga: Akademisi-ulama ajak warga Kaltim unjuk aksi damai sebagai teladan
Menurut dia, memulai hari dengan salat Subuh berjamaah mengajarkan tentang disiplin, keikhlasan, dan kebersamaan, sehingga keteraturan hidup ini diharapkan membawa manfaat dalam keberhasilan dalam hidup.
"Untuk itu, jadikan semangat Subuh ini sebagai energi pendorong dalam setiap langkah pengabdian, baik sebagai abdi negara, tokoh masyarakat, maupun sebagai individu dalam keluarga," kata Dafip.
Ia menyatakan, dalam menjalankan roda pemerintahan, Pemkab Kukar tidak dapat berjalan sendiri, namun membutuhkan doa, dukungan, serta kritik yang membangun dari seluruh elemen masyarakat.
"Semoga melalui majelis mulia seperti ini, ikatan hati kita semakin kuat, langkah kita semakin mantap, sinkron, dan cita-cita untuk membangun Kukar lebih sejahtera dan berakhlak mulia dapat segera terwujud," ujarnya.
Asisten III juga mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk ikhtiar bersama untuk memperkuat ikatan ukhuwah Islamiyah, menyegarkan iman, dan menjalin silaturahmi yang erat antara unsur pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat.
Baca juga: MUI Kaltim gencarkan program Ulama Peduli Inflasi
