Balikpapan (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mulai melaksanakan pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi seluruh pelajar tingkat SD hingga SMA sebagai bagian dari program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang ditargetkan mencakup semua siswa di kota itu secara bertahap.
"Program itu sudah kami mulai sejak Senin (4/8). Pemeriksaannya dilakukan langsung di sekolah oleh tim dari puskesmas," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, di Balikpapan, Selasa (5/8).
Alwi menjelaskan pemeriksaan kesehatan itu merupakan upaya pemerintah memastikan seluruh anak dalam kondisi sehat sebagai bagian dari investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.
"Target pemerintah adalah memastikan seluruh anak dalam kondisi sehat. Kalau ditemukan ada yang tidak sehat, anak itu harus dirujuk untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya.
Pemeriksaan dilakukan oleh petugas puskesmas yang mendatangi sekolah secara bergilir. Saat ini, pemeriksaan telah menyasar beberapa sekolah dasar dan menengah pertama di sejumlah wilayah.
"Kami sudah distribusikan daftar sekolah-sekolah yang sudah dan akan kami kunjungi. Karena terbatasnya tenaga di puskesmas, pelaksanaan dilakukan bertahap, sesuai kemampuan masing-masing puskesmas," ujar Alwi.
Dia mengatakan jenis pemeriksaan yang dilakukan antara lain pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, serta pemeriksaan kondisi kesehatan lainnya.
Cek kesehatan siswa SMA
Khusus bagi pelajar tingkat SMA, fokus juga diberikan pada risiko penyakit tidak menular seperti diabetes.
Baca juga: Dinkes Balikpapan targetkan 5.000 warga cek kesehatan gratis
"Kami cek tekanan darah, gula darah, terutama untuk siswa SMA. Kami juga berikan lembar wawancara untuk cek kebiasaan merokok dan hal lain yang mempengaruhi kesehatan mereka," katanya.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi masalah kesehatan, para siswa akan mendapatkan rujukan lanjutan.
"Kalau ada temuan, kami akan arahkan untuk pemeriksaan lebih lanjut ke puskesmas. Kalau memang tidak bisa ditangani di puskesmas, anak itu akan dirujuk ke rumah sakit," kata Alwi.
Menurutnya, program itu menjadi upaya preventif dan promosi kesehatan yang sangat penting, khususnya dalam menangkal penyakit menular maupun tidak menular di kalangan pelajar.
Dia mengatakan program itu tidak lagi berbasis ulang tahun seperti tahun-tahun sebelumnya, melainkan terbuka untuk semua siswa tanpa batasan.
"CKG sekarang sudah tidak lagi berdasarkan ulang tahun. Semua siswa bisa diperiksa. Intinya, semua harus dipantau kesehatannya," katanya.
Untuk mendukung pelaksanaan, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan telah menerima distribusi bahan habis pakai dari Kementerian Kesehatan RI dan telah melakukan penjadwalan serta pemantauan pelaksanaan di lapangan.
"Dari Kemenkes sudah mulai mengirimkan logistik. Kami di Dinas Kesehatan juga aktif mendampingi pelaksanaan di lapangan bersama puskesmas," ujarnya.
Namun, dia mengakui bahwa pelaksanaan tidak bisa dilakukan secara masif sekaligus karena keterbatasan sumber daya manusia di lapangan.
"Puskesmas harus tetap melayani pasien di dalam gedung dan kegiatan luar gedung lainnya, jadi kami harus menyesuaikan kapasitasnya," kata Alwi.
Para orang tua, menurutnya, dapat mendukung program ini dengan memastikan anak-anak mengikuti proses pemeriksaan di sekolah masing-masing.
"Itu bagian dari upaya kita bersama untuk menjamin generasi muda kita sehat, siap bersaing, dan punya masa depan yang cerah," ujarnya.
Program pemeriksaan kesehatan gratis bagi pelajar ini merupakan bagian dari strategi nasional peningkatan status kesehatan anak usia sekolah dan remaja, serta upaya memperkuat sistem deteksi dini dan penanganan masalah kesehatan sejak dini. (Adv).
Baca juga: Puluhan ribu warga Kaltim manfaatkan Cek Kesehatan Gratis
Pewarta: Muhammad Solih JanuarEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.