Kalau turunan program Gubernur, di Kutim adalah Jospol, khususnya terkait bantuan insentif guru

Sangatta (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah meluncurkan program gratispol untuk beasiswa dan Jospol untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

"Kalau turunan program Gubernur, di Kutim adalah Jospol, khususnya terkait bantuan insentif guru," kata Kepala Disdikbud Kutim Mulyono, di Sangatta, Kamis.
Ia mengatakan, Gratispol yang diprogramkan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, di Kabupaten Kutai Timur telah dilaksanakan pendidikan gratis sejak 2008 lalu.

Oleh karena itu Kabupaten Kutai Timur fokus pada program Jospol, untuk memastikan setiap guru honorer di Kutai Timur dapat lebih sejahtera.

Sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan daerah. Pemberian insentif ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan motivasi para guru, tetapi juga sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah dalam mendukung kesejahteraan tenaga pendidik,

Mulyono menegaskan pemberian insentif atau tunjangan kerja daerah (TKD) juga telah berlangsung sejak 2019. Dengan kriteria guru honorer yang mengabdi sudah mencapai 1 tahun.

"Jadi kami tinggal menyelaraskan dan melanjutkan program yang ada dengan program Pemprov Kaltim," tuturnya.

Namun, Disdikbud Kutim masih menunggu diterbitkannya Peraturan Bupati tentang pemberian insentif kepada para guru honorer.

Menurutnya, dengan adanya kebijakan penghapusan honorer dari pemerintah pusat, membuat pemerintah daerah berhati-hati dalam menyalurkan bantuan tunjangan kerja terhadap para honorer.

Mulyono mengatakan para tenaga pendidik dengan status honorer masih belum mendapatkan intensif akibat payung hukum yang belum rampung 

"Kemungkinan Perbup tersebut dalam waktu dekat bakal rampung. Para guru honorer akan menerima insentif sesuai kemampuan daerah," katanya.



Pewarta: Muhammad Hafif Nikolas
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026