Koperasi Merah Putih akan mampu ciptakan desa/kelurahan yang mandiri

Penajam Paser Utara (ANTARA) - Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur Mudyat Noor menilai keberadaan Koperasi Merah Putih dapat mendorong desa/kelurahan di kabupaten setempat menjadi mandiri dan perputaran ekonomi warga berkembang dengan baik.

"Koperasi Merah Putih akan mampu ciptakan desa/kelurahan yang mandiri," ujar Bupati Mudyat Noor ketika ditanya mengenai Koperasi Merah Putih yang dibentuk dan diresmikan di Penajam, Kamis.

"Perputaran ekonomi masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara juga dapat berkembang dengan baik," tambahnya.

Koperasi Merah Putih menjadi langkah strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan lokal, serta merupakan tindakan nyata pelaksanaan nilai-nilai koperasi yang mengedepankan kemandirian, partisipasi dan keadilan ekonomi.

Tercatat 31 Koperasi Merah Putih desa dan 23 Koperasi Merah Putih kelurahan di Kabupaten Penajam Paser Utara yang sudah mengantongi akta pendirian koperasi pada 19 Juni 2025.

"Disahkan berbadan hukum melalui Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham)," jelasnya.

Koperasi Merah Putih dirancang sebagai motor penggerak perekonomian serta pemberdayaan di tingkat desa maupun kelurahan, lanjut dia, mampu memperkuat potensi lokal, menciptakan lapangan kerja dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Seluruh unsur daerah yang tergabung dalam satuan tugas (satgas) Koperasi Merah Putih diminta berperan aktif membina dan mengembangkan kelembagaan koperasi.

Kemudian seluruh koperasi yang sudah terbentuk dapat mengikuti perkembangan zaman, kata dia, terutama terhadap digitalisasi usaha dan pemanfaatan teknologi informasi untuk pemasaran produk.

Koperasi Merah Putih harus berkembang sesuai kebutuhan dan potensi lokal, serta dikelola secara profesional, inklusif dan berkelanjutan, didukung pembiayaan yang memadai dan pendampingan pemerintah pusat.

Manfaatkan potensi yang ada di desa/kelurahan masing-masing, antara lain pengadaan air bersih untuk warga yang belum terjangkau, distribusi pupuk kompos, hingga metode penjualan hasil pertanian, peternakan dan perikanan, demikian Mudyat Noor.



Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026