Penyelenggaraan MTQ menjadi syiar dan menumbuhkan bibit-bibit generasi  muda yang berakhlakul karimah

Sangatta (ANTARA) -
Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Rudy Mas'ud mengatakan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur ke-45 bukan hanya sekedar membaca Al-Qur'an saja, tapi dapat membentuk generasi Kaltim yang berkarakter qur'ani.

"Penyelenggaraan MTQ menjadi syiar dan menumbuhkan bibit-bibit generasi  muda yang berakhlakul karimah," katanya usai membuka MTQ Kaltim ke-45 di Sangatta, Minggu (13/7).

Dia mengatakan kemeriahan perlombaan insan qur'ani se-Kaltim  menjadi tonggak dalam memperkuat sosial, kebudayaan, dan keagamaan  yang dimiliki Benua Etam.

MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur ke-45 di Kutai Timur diikuti sekitar 950 orang peserta dan official dari 10 kalifah kabupaten/kota.

Rudy Mas'ud menyampaikan ajang tersebut merupakan tolak ukur setiap daerah dalam melakukan pengembangan dan pembinaan Al-Qur'an. Pemerintah terus mendorong agar pembinaan qori dan qoriah, hafizh dan hafizah serta cabang-cabang lainnya terus dilakukan secara berkelanjutan.

"Karena ini adalah investasi terbaik baik hari ini adalah membentuk generasi yang beriman, berilmu dan berakhlak mulia," tuturnya.

Ia juga mengapresiasi kegiatan MTQ Kaltim ke-45 di Kutim  sangat meriah dan telah menerapkan penilaian yang diterapkan pada tingkat nasional.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kaltim, Sri Wahyuni mengatakan penyelenggaraan MTQ kali ini berbeda dari tahun sebelumnya.

Menurutnya MTQ tingkat Provinsi Kaltim ke-45 menerapkan sistem yang telah dilaksanakan di tingkat nasional. Dari mulai pendaftaran secara digital melalui elektronik MTQ (E-MTQ) hingga penilaian menggunakan E-Scoring.

"Berbeda dengan MTQ sebelumnya, MTQ pada kali ini menghadirkan dewan hakim dan panitera nasional sebanyak 22 orang yang turut berpartisipasi dan siap berbagi ilmu," jelasnya.

Sri Wahyuni mengatakan penerapan standar tingkat nasional tersebut bertujuan untuk membiasakan para peserta dan official, sehingga dapat lebih muda jika menembus ke tingkat nasional.

"Ini juga sebagai seleksi kami dalam mencari bibit-bibit Qur'ani Kaltim, untuk dipersiapkan ke tingkat nasional nantinya," katanya.



Pewarta: Muhammad Hafif Nikolas
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026