"Provinsi Kaltim membutuhkan dana yang besar untuk membangun berbagai ketertinggalan baik infrastruktur, pendidikan maupun sektor lainnya. Jadi, semestinya sebagai penghasil minyak dan gas, daerah ini seharusnya mendapatkan dana yang lebih banyak sebab jangan sampai hanya mendapatkan imbas saja," ungkap Syaparudin pada konferensi pers Konferwil X Ansor Kaltim di Samarinda, Kamis.
Setiap tahun kata Syaparudin, Provinsi Kaltim menyumbang devisa negara hingga lebih Rp400 trilun namun, dana bagi hasil yang didapatkan tidak sebanding sehingga daerah itu jauh tertinggal dibanding daerah lainnya di Indonesia.
Namun, Syaparudin juga menyoroti tingginya SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) sehingga menjadi salah satu alasan pemerintah pusat tidak memberikan dana yang lebih besar.
"Kemungkinan, tingginya SILPA yang menjadi alasan pemerintah pusat sehingga tidak memberikan anggaran yang kebih besar kepada Kaltim, Jadi, kami juga meminta agar para penjabat di daerah ini dapat memaksimalkan anggaran sehingga tidak terjadi SILPA," ujar Syaparudin.
Sehubugan rencana Konferensi Wilayah (Konferwil) X yang akan memilih calon Ketua PW Ansor Kaltim, setiap kandidat menurut Syaparudin harus memiliki kemampuan membaca politik di daerah itu, termasuk perjuangan mendapatkan dana bagi hasil yang besar tersebut.
"Ansor Kaltim tetap berkomitmen memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Kaltim sehingga setiap calon Ketua Pimpinan Wilayah harus memiliki kapasitas dan kapabilitas yang dapat membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi," ujar Syaparudin.
Bersamaan dengan acara pembukaan Konferwil X Ansor Kaltim yang rencananya dilaksanakan pada 9 Januari 2015, juga akan diberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dinilai berjasa dan memberikan inspirasi kepada Ansor di daerah itu.
"Nama tokoh yang akan kami beri penghargaan yang telah memberikan insprasi kepada Ansor masih di seleksi," kata Syaparuddin.
Pada Konferwil X yang rencananya dibuka Wali Gubernur Kaltim Mukmin Faisyal itu tambah dia, juga akan dihadiri Ketua Umum PP GP Ansor H Nusron Wahid dan Sekjen PP GP Ansor DR H Agil Irham serta Ketua Korwil Kalimantan Rahmat Hidayat Pulungan.
Sementara, Ketua Panitia Pengarah (SC) Konferwil X Ansor Kaltim Imron Rosyadi mengatakan, hingga saat ini sudah ada 10 kandidat yang telah menyatakan kesiapannya bertarung pada pemilihan Ketua PW GP Ansor Kaltim yakni, Sulaiman, Fajri Alfaroby, Saparun Bakar, H Sulanto, Akhmad Muadzin Syamsuddin, Yusrul Hana, Enip Himawan, Rusdiono dan Abu Bakar Rahmad.
Sebelum bertarung, ke-10 kandidat tersebut akan mengikuti proses adu kemampuan `Membaca Kalimantan Timur` yang akan dilaksanakan pada Rabu (7/1).
"Adu kemampuan Membaca Kaltim itu untuk mengukur kapasitas dan kapabilitas setiap calon, walaupun kegiatan itu bukan menjadi tola ukur utama pada pemilihan Ketua PW GP Ansor Kaltim," ungkap Imron Rosyadi.
Ke-10 kandidat itu lanjut Imron Rosyadi akan memperebutkan tujuh suara dari tujuh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor kabupaten/kota di Kaltim.
"Penentuannya tetap berdasarkan hasil pemilihan yang diikuti tujuh PC Ansor se-Kaltim," kata Imron Rosyadi.
Sekretaris Panitia Pengarah Konferwil X Ansor Kaltim Herman A Hasan menyampaikan, syarat calon Ketua PW GP Ansor Kaltim periode 2014-2018 yakni, menulis paper dengan tema ` Membaca kaltim, menyerahkan materi visi dan misi sebagai Ketua Ansor, menyerahkan surat pernyataan mencalonkan diri serta menyerahkan daftar riwayat hidup.
"Syarat lainnya harus diusulkan oleh Pimpinan Cabang dan Pimpinan Anak Cabang yang dibuktikan dengan surat usulan PC dan PAC yang ditandatangani ketua dan sekretaris," katanya.
"Sebelum pemilihan juga akan digelar penyampaian visi dan misi calon ketua yang lolos penjaringan," ungkap Herman A Hasan. (*)
Pewarta: Amirullah: Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.