Samarinda (ANTARA Kaltim) -  Badan Pusat Statistk (BPS) Kalimantan Timur mencatat nilai impor daerah ini dari berbagai negara selama Januari hingga Agustus 2014 mencapai 5,87 miliar dolar AS, selain mengekspor sejumlah komoditas.

"Nilai impor Kaltim sebesar 5,87 miliar dolar AS itu terdiri dari minyak dan migas (migas) senilai 4,82 miliar dolar dan impor non migas senilai 1,05 miliar dolar," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Perwakilan Kalimantan Timur (Kaltim) Aden Gultom di Samarinda, Jumat.

Impor migas terdiri dari minyak mentah dan hasil minyak. Untuk minyak mentah nilai ekspornya mencapai 3,60 miliar dolar AS, sedangkan impor hasil minyak senilai 1,224 miliar dolar AS.

Sementara impor non migas untuk Kaltim antara lain reaktor nuklir, mesin, dan peralatan mekanis dengan nilai 412 juta dolar, impor kendaraan selain yang bergerak di atas rel kereta api dan aksesorisnya dengan nilai 109 juta dolar.

Selain itu impor karet dan barang dari karet senilai 85,39 juta dolar, impor aneka produk kimia 42,9 juta dolar, impor mesin, perlengkapan elektris serta bagiannya 56 juta dolar, dan impor pupuk senilai 56,31 juta dolar.

Menurut dia sejumlah negara asal komoditas yang diimpor Kaltim periode Januari-Agutus 2014 adalah dari Azerbaijan senilai 1,807 miliar dolar AS atau mencapai 37,44 persen dari total nilai impor yang mencapai 5,878 miliar dolar, impor dari Malaysia senilai 526 juta dolar.

Kemudian impor dari Nigeria senilai 854 jut dolar AS, impor dari Rusia senilai 99,88 juta dolar, impor dari Korea Selatan senilai 413 juta dolar, impor dari Singapura senilai 346 juta dolar, dan impor dari Prancis senilai 23 juta dolar atau 0,48 persen dari total nilai impor Kaltim.

"Apabila dibandingkan dengan nilai ekspor, maka neraca perdagangan di Provinsi Kaltim masih mengalami keuntungan (surplus) sebanyak 11,756 miliar dolar AS karena dalam periode yang sama, Provinsi Kaltim juga mengeskspor komoditas migas dan non migas senilai 17,601 miliar dolar AS.(*)

Pewarta: M.Ghofar
: Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026