Kendati demikian kasus DBD pada 2013 tersebut menelan satu korban jiwa,"Penajam (ANTARA Kaltim) - Dinas Kesehatan di Kabupaten Penajam Paser Utara, mencatat pada 2013 terjadi 84 Kasus demam berdarah dengue (DBD) yang ditangani puskesmas di empat kecamatan, jumlah menurun dibandingkan dengan tahun 2012 yang mencapai 132 kasus.
"Kendati demikian kasus DBD pada 2013 tersebut menelan satu korban jiwa," kata Kepala Seksi (Kasi) Pemberantasan Penyakit Menular (P2) Dinkes Kabupaten Penajam Paser Utara, Eka Wardana, Senin.
Ia mengatakan, penyakit yang disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk itu terbanyak menimpa warga Kelurahan Sotek yang mencapai 23 kasus, kemudian disusul Penajam dengan 17 kasus serta Desa Sebakung Jaya dan Babulu dengan 11 kasus.
"Kelurahan Maridan 10 kasus, Petung sembilan kasus DBD yang ditangani puskesmas setempat. Lima kasus DBD yang ditagani puskesmas Waru dan Sepaku 1 sebanyak empat kasus dan Sepaku III dua kasus, sementara untuk wilayah Waru dan Gunung Intan serta Semoi Dua tidak ada warga yang terkena penyakit ini," katanya.
Eka mengatakan, meskipun Penajam berada di urutan kedua jumlah kasus DBD yang ditemukan, namun satu warga yang masih berumur 10 tahun meninggal dunia akibat demam berdarah. Satu korban meninggal disebabkan terlambat dirawat di rumah sakit.
"Korban sempat di rawat di RS Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, dan setelah menjalani perawatan selama seminggu akhirnya meninggal dunia. Wilayah yang endemis penyakit ini berada di wilayah Kelurahan Penajam dan Kelurahan Sotek," kata Kepala Dinkes Kabupaten PPU, Habring.
Menurut dia, berjangkitnya penyakit DBD disebabkan persoalan kebersihan lingkungan. Untuk itu, masyarakat diharapkan bisa tetapmemelihara kebersihan agar tetap bersih dan terhindar dari penyakit yang bisa menyebabkan kematian ini.
"Kami meminta masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan dan kepada seluruh puskesmas juga kita harapkan segera mengambil tindakan bila ada ada warga yang positif DBD dengan segera turun melakukan pengasapan atau fogging," ujarnya.
Bahkan, katanya, untuk menurunkan sejumlah penyakit, menurut Habring, Dinkes PPu akan menyerahkan sepenuhnya kepada puskesmas untuk melakukan tindakan.
"Dalam kaitan itu anggaran 2014 untuk penanganan penyakit itu akan diserahkan langsung ke puskesmas. Seperti pengasapan tidak perlu lagi warga melaporkan kepada Dinkes, tapi cukup puskesmas dan harus langsung turun ke lapangan mengecek laporan warga," katanya. (*)
Pewarta: Bagus Purwa: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.